DKP Sulbar Identifikasi Lokasi Budidaya Udang dan Ikan Bandeng

  • Bagikan

MAJENE, RADAR SULBAR — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat mengincar lokasi pengembangan budidaya Udang dan Ikan Bandeng di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman, Kamis 28 Maret 2024.

Kepala DKP Sulbar, Suyuti Marzuki mengatakaan, peninjauan lokasi bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan persiapan awal untuk pengembangan budidaya udang dan ikan bandeng berbasis budidaya yang ramah lingkungan.

“Pendekatan lingkungan dalam budidaya ini menjadi fokus utama untuk memastikan ketahanan lingkungan budidaya terhadap perubahan iklim yang semakin terasa. Dalam peninjauan tersebut, beberapa faktor menjadi pertimbangan utama, termasuk ketersediaan air bersih, kualitas air yang memadai, kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan ikan dan udang, serta faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi keberlanjutan usaha budidaya,” kata Suyuti

Kabid Perikanan Budidaya, Roswati mengutarakan, DKP Sulbar sedang mengidentifikasi lokasi-lokasi potensial yang dapat dijadikan pusat pengembangan wilayah budidaya udang dan bandeng dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Langkah ini merupakan upaya mereka untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan mengutamakan kelestarian lingkungan.
“Peninjauan lokasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan pengembangan wilayah Sulawesi Barat yang berdaya lingkungan dan berkelanjutan dalam sektor perikanan,” kata Roswati.

Ia juga mengatakan, mitigasi bencana atas perubahan iklim berbasis pendekatan lingkungan melibatkan serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim, dengan memanfaatkan prinsip-prinsip lingkungan.

Lebih lanjut dikatakan, ada banyak pendekatan-pendekatan yang dapat diterapkan secara komprehensif dan berkelanjutan, yang tentunya dapat membantu mengurangi kerentanan terhadap bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim, melindungi lingkungan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman masa depan.


“Dalam kegiatan ini juga melibatkan pendekatan berbasis kemasyarakatan, dengan adanya partisipasi aktif masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha budidaya di wilayah tersebut. Dengan demikian, pengembangan budidaya udang dan bandeng tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga akan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Roswati .(jaf)

  • Bagikan