Baru Sehari Kerja Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Bikin Cemas Bawahan, Pengamat: Jangan Berlebihan, Kerja Saja Belum

  • Bagikan

MAKASSAR, RADAR SULBAR — Pengamat politik dari Pusat Kajian dan Kebijakan Publik (KPK) M. Saifullah angkat bicara soal pidato PJ Gubernur Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin di hari pertama kerja. 

Mengutip pidato PJ Gubernur Sulsel saat pidato diapel pagi bersama seluruh pegawai Pemprov Sulsel, Kamis 7 September kemarin; “Saya tanggungjawab 1.000 persen terhadap kelakuan anda, jadi jangan coba-coba intervensi pasukan (pegawai Pemprov Sulsel -red) saya ini. 

“Jadi saya sudah tahu dinamikanya. DPRD sudah laporan semua sama saya, semua fraksi itu ada dinamika terjadi selesaikan,” kata Bahtiar. 

Bahtiar juga menyinggung soal banyaknya intervensi pada pemerintahan sebelumnya. Menanggapi hal itu Saifullah menilai pernyataan PJ Gubernur terkesan berlebihan. Seharusnya dihari pertama kehadiran PJ Gubernur memberi rasa aman dan tenang serta mensupport bawahannya untuk fokus bekerja berdasar tupoksi masing-masing, bukan justru makin menebar kecemasan. Selain itu lebih fokus mengenai kelanjutan program-program yang telah dilakukan Gubenur Sulsel sebelumnya. 

“Apalagi saat ini kan sudah memasuki tahun politik. Jadi yang perlu ditekankan Pak Bahtiar adalah mengusung semangat netralitas pemerintahan dan tidak terpengaruh oleh hiruk pikuk politik”, ujarnya. 

Ia juga menyarankan agar Bahtiar harusnya meletakkan diri sebagai pejabat sementara dan hanya 1 tahun lebih di Pemprov Sulsel sebelum pejabat definitif dilantik. 

“Jadi ya fokus saja dalam mengatur dan memajemeni pemerintahan. Jangan ikut bermanuver yang bisa mengesankan sedang mencari panggung”, tandas Saiful. 

Terkait beberapa pejabat yang diberitakan akan menggugat keputusan karena dinonjobkan ternyata hal itu hanya dilakukan segelintir pejabat. 

“Protes dan ancaman gugatan itu hanya dilakukan segelitir pejabat, bahkan mencatut nama nama pejabat lain yang dinonjobkan. Padahal mereka tidak melakukan protes sama sekali”, kata sumber  yang tak ingin disebutkan namanya. 

Diketahui, banyak pejabat yang dinonjobkan ini marah karena namanya dicatut ketika segelintir pejabat yang tidak puas itu mengadu ke DPRD Sulsel maupun dalam surat keberatan yang ditujukan ke Presiden Jokowi. 

Menurut sumber tersebut, pemilihan PJ Gubernur Sulsel ini memang sarat dengan kepentingan kelompok politik tertentu. “Ada bocoran bahwa sebelum pemilihan PJ Gubernur, Bahtiar gencar melakukan ‘tawaf’ ke partai-partai untuk meminta dukungan dan restu. 

“Jadi, memang PJ Gubernur ini sudah tersandera sejak awal”, kata sumber tersebut. (*)

  • Bagikan