Naik Kelas Bersama Rumah BUMN, BRI Sukses Berdayakan Lebih dari 400 Ribu UMKM

  • Bagikan
Melalui Rumah BUMN, UMKM diberdayakan untuk melek teknologi melalui digitalisasi hingga mampu ekspor. Tercatat, dari total UMKM yang terdaftar, sudah 49.148 UMKM Go Digital, yang 22.648 di antaranya Go Online, serta 872 UMKM di antaranya sudah Go Global.

JAKARTA, RADAR SULBAR – Dengan jumlah mencapai lebih dari 99,6% dari total pelaku usaha di Indonesia, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karenanya, UMKM akan terus didorong untuk naik kelas hingga go global dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Hal itu yang terus menjadi komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui berbagai macam program pemberdayaan dan permodalan UMKM salah satunya melalui Rumah BUMN.

Rumah BUMN merupakan inisiatif dari Kementerian BUMN dan Perusahaan BUMN untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM yang di dalamnya menjadi pusat literasi serta inkubasi bisnis. Sejak pertama kali didirikan pada 2017, saat ini telah tersebar sebanyak 54 Rumah BUMN milik BRI di seluruh Indonesia.

Dari awal terbentuk, terjadi pertumbuhan signifikan jumlah UMKM yang mendaftar dari tahun ke tahun. Sampai per Desember 2023, sebanyak lebih dari 418 ribu UMKM telah terdaftar dengan 12 ribu jumlah pelatihan. Jumlah ini naik 3 kali lipat dibanding 2019.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menerangkan bahwa program Rumah BUMN ini sangat efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi saat ini, BRI telah memiliki Holding Ultra Mikro (UMi) dengan mengintegrasikan proses bisnis Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), sehingga dapat mempercepat tujuan UMKM naik kelas.

“Kami punya 54 titik Rumah BUMN yang sudah memiliki lebih dari empat ratus ribu anggota. Program seperti ini kami akan perkuat di program yang menjangkau segmen mikro yang lebih bawah lagi, atau yang disebut ultra mikro. Kami bekerja sama dengan PNM dan Pegadaian yang sudah menjadi bagian dari Holding Ultra Mikro. Kita akan per-solid dan permudah serta percepat UMKM mulai dari ultra mikro ke mikro hingga menjadi pelaku usaha yang difasilitasi pinjaman komersial,” ucap Supari.

Melalui Rumah BUMN, UMKM diberdayakan untuk melek teknologi melalui digitalisasi hingga mampu ekspor. Tercatat, dari total UMKM yang terdaftar, sudah 49.148 UMKM Go Digital, yang 22.648 di antaranya Go Online, serta 872 UMKM di antaranya sudah Go Global.

Adapun sektor yang dibina oleh Rumah BUMN BRI adalah Industri Kreatif seperti fashion, food and beverages, accessories & beauty, home décor & craft sebanyak 89.629 UMKM. Sisanya sebanyak 328.959 UMKM berasal dari sektor industri lainnya seperti jasa perdagangan, layanan, pertanian, peternakan, Perkebunan, perikanan, dan masih banyak lagi.

Supari menambahkan, program Rumah BUMN ini sejalan dengan upaya menaikkelaskan (graduasi) UMKM demi mencapai 90% inklusi keuangan di Indonesia di masa depan. Sebab program ini menekankan pada kualitas pelaku usaha melalui literasi. Tercatat sebanyak 2.932 literasi dasar, 4.781 literasi bisnis, dan 4.519 literasi digital telah dilakukan hingga Desember 2023.

“Oleh karena itu kami pastikan inisiatif pemerintah yang menargetkan 90% inklusi harus terjadi di tahun 2024 ini pasti terjadi, karena tahun 2023 lalu inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 87%. Maka dengan keberadaan BRI yang sudah menjadi holding ultra mikro dan memiliki Rumah BUMN akan mempercepat, serta meningkatkan literasi yang pada akhirnya akan mempercepat inklusi,” lanjut Supari. (*)

  • Bagikan