Pemkab Diminta Lebih Siap Hadapi Bencana, Akmal Agendakan Gladi Sistem Peringatan Dini

  • Bagikan

MAMUJU, RADARSULBAR — Pemprov Sulbar menggelar rapat koordinasi mempersiapkan setiap daerah agar lebih siap menghadapi bencana. Rapat melibatkan Balai Pengawasan Jalan Nasional (BPJN), Polda Sulbar, BPBD, BMKG dan stakeholder lainnya, di Rujab Gubernur Sulbar, Minggu 30 Oktober 2022.

Pj. Gubernur Sulbar Akmal Malik menjelaskan, peristiwa longsor di Onang telah berdampak ke perekonomian daerah. Dan itu bukan hanya berpengaruh di Sulbar melainkan Sulsel, Sulteng termasuk daerah lain.

Untuk itu Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System perlu dimaksimalkan, apalagi berdasarkan Prakirawan BMKG musim hujan di Oktober ini baru awal musim dan puncaknya pada November-Desember.

Sehingga melalui rakor perlu langkah strategis dilakukan oleh Pemda dan Instansi terkait melakukan kolaborasi mengantisipasi kondisi cuaca kedepan. Ia berharap Pemda di enam kabupaten lebih aktif untuk mencari langkah langkah, kejadian di Majene menjadi pembelajaran dan tidak boleh terulang.

“Langkah awal, lanjut Akmal adalah mengumpulkan data, selanjutnya melakukan gladi dengan melibatkan seluruh kabupaten,” tegas Akmal melalui Rakoor.

Ia meminta kabupaten melakukan pemetaan deteksi potensi bencana yang mengganggu akses Transulawesi. Data itu kemudian menjadi dasar bagi stakeholder mempersiapkan dalam mengantisipasi di titik titik rawan bencana tersebut.

“Saya minta kita allout fokus mengatasi bencana, rencana kita melakukan gladi pertengahan November. Tentunya berbeda beda penanganan bencana di setiap kabupaten,” ungkapnya.

Dijelaskan, persoalan jalan nasional tidak semata mata tugas PUPR. “Bapak diminta tidak menyelesaikan jalannya tapi bencananya , butuh gotong royong menyelesaikan itu,” sambung Akmal.

Dansat Brimob Polda Sulbar, Kombes. Pol. Iwan Sazali, mengatakan siap menjalankan sistem peringatan dini dan perlunya ada gladi. Tiga hal yang perlu ditekankan adalah Pemetaan titik rawanx pengamanna dan penanganan di titik bencana.

“Bagaiamna agar penanganan cepat tidak berlalrut-larut, termasuk penyiapan alat berat di setiap titik,” ungkapnya. (jaf)

  • Bagikan