Disnaker Sulbar Magangkan 142 Orang Pencari Kerja pada 26 Perusahaan di Sulbar

  • Bagikan
SERAHKAN. Kepala Disnaker Sulbar Andi Farid Amri dan Asisten I Pemprov Sulbar, Herdin Ismail menyerahkan BPJS Kesehatan kepada peserta pemagangan.

MAMUJU, RADARSULBAR.CO.ID — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulbar menggelar kegiatan pembukaan Pemagangan Dalam Negeri tahun 2023 di Wisma Mala’bi Mamuju, Rabu, 3 Mei 2023.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Disnaker Sulbar, Andi Farid Amri, Asisten I Pemprov Sulbar, Herdin Ismail, Sekretaris Disnaker Sulbar, Alwi, serta 26 orang Pemilik atau Pimpinan Perusahaan penempatan magang, dan lainnya.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sulbar, Sandy mengatakan, pemagangan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta pemagangan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga menjadi calon tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja serta meningkatkan persentase keterserapan lulusan peserta pemagangan terhadap industri.

“Pemagangan dalam negeri ini diikuti oleh 142 orang peserta. 142 orang ini terpilih setelah mengikuti seleksi dari 880 orang pendaftar. Mereka kemudian akan ditempatkan di 26 perusahaan penyelenggara yang ada di Sulbar. Pemagangan ini dilaksanakan selama lima bulan,” ujar Sandy.

Kepala Disnaker Sulbar Andi Farid Amri dan Asisten I Pemprov Sulbar, Herdin Ismail foto bersama dengan peserta dan panitia kegiatan.

Kepala Disnaker Sulbar Andi Farid Amri mengatakan, angka pengangguran di Sulbar tercatat 3,13 persen atau sekitar 22,21 ribu orang dari penduduk usia kerja 1,008 juta orang. Salah satu isu faktual yang kerap mengemuka adalah terjadinya kesenjangan dan ketidaksesuaian keterampilan antara tenaga kerja yang dibutuhkan industri dengan tenaga kerja yang disiapkan baik oleh lembaga pendidikan maupun lembaga pelatihan.  

Untuk merespon masalah tersebut, lanjut Farid, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengambil terobosan melalui kebijakan “9 lompatan”, salahsatu di antara agenda utamanya yaitu link and match ketenagakerjaan. Agenda ini bertujuan untuk mengintegrasikan program pelatihan, sertifikasi, dan penempatan dalam sebuah proses bisnis yang terpadu dan efektif dalam rangka mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja. 

Salah satu upaya untuk membangun link and match itu adalah dengan mengembangkan program pemagangan yang menjadi bagian dari sistem pelatihan kerja. Pemagangan merupakan sebuah metode pelatihan dengan konsep belajar sambil bekerja, sehingga para peserta pemagangan akan membiasakan diri untuk mengikuti proses pekerjaan yang dilakukan oleh jabatan atau posisi tertentu di tempat kerja.

“Peserta pemagangan tidak hanya belajar teori, tetapi mereka langsung melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya seorang karyawan yang menduduki jabatan atau posisi tertentu sehingga melalui model pemagangan ini maka peserta pemagangan akan memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja,” ujarnya.

Farid menambahkan, pemagangan menawarkan mutual benefit atau keuntungan bersama bagi para pihak. Peserta pemagangan diuntungkan lantaran bisa menyerap materi pelatihan dan pengalaman kerja di bawah bimbingan seorang mentor berkualitas, dan memudahkan jalan penitian karier yang diinginkan. 

Sedangkan perusahaan sebagai penyelenggara berkesempatan menjaring dan mencetak calon pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya dan memacu produktivitas perusahaan. Di samping itu, pemagangan dapat melahirkan ruang interaksi dan pertukaran ide di kalangan stakeholders ketenagakerjaan secara luas, termasuk pemerintah sebagai regulatory body, untuk menghimpun beragam umpan balik positif yang diperlukan demi kemajuan ekosistem pelatihan kerja nasional.

“Saya berharap tentunya penyelenggaraan pemagangan dalam negeri ini dapat meningkatkan kompetensi peserta pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga menjadi calon tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja serta meningkatkan persentase keterserapan lulusan peserta pemagangan terhadap industri,” papar2nya.

Sementara itu Asisten I Pemprov Sulbar Herdin Ismail berpesan agar peserta magang harus memiliki empat kemampuan jika ingin berhasil kedepannya. Empat hal tersebut yaitu, memiliki skil, memiliki kemampuan publik speaking, jujur dan memuliakan orang tua. 

“Selain itu, peserta juga harus memiliki  respect yang tinggi, karena memiliki sifat respect yang tinggi akan menimbulkan energi positif kepada kita dan orang lain,” ujarnya. (ian)

  • Bagikan

Exit mobile version