Dampak Stunting Sebabkan Penyakit Kronis, BKKBN Sulbar Ajak Remaja Hindari Pernikahan Muda

  • Bagikan
Anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal dan Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin foto bersama anak remaja yang berhasil mendapatkan doorprize.

POLMAN, RADAR SULBAR — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar bersama Anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal kembali menggelar Kampanye Penurunan Stunting di Baruga Todilaling Kecamatan Matakali Kabupaten Polman, Sabtu, 26 November 2022.

Kali ini, kampanye penurunan stunting menyasar remaja usia sekolah sebanyak 200 orang dari lima sekolah menengah di Polman, yaitu, SMA 1 Matakali, SMA 3 Polewali, SMA 2 Polewali, SMA 4 Polewali dan MAN 2 Polewali. Kegiatan ini digelar melalui dua sesi masing-masing sesi sebanyak 100 orang peserta.

Dalam sambutannya, Andi Ruskati mengajak agar remaja menghindari pernikahan muda. Karena pernikahan muda adalah salahsatu penyebab terjadinya stunting. Karena, diusia muda, kalian belum bisa fokus mengurus kehamilan kalian. Fikiran kalian masih terfokus untuk bersenang-senang dan berkumpul dengan teman-teman.

“Diusia muda kalian belum bisa memikirkan masa depan. Kalian belum berfikiran apa yang akan dilakukan jika memiliki anak, apa yang dilakukan supaya anak dalam kandungan sehat, dan lainnya. Kalian hanya ingin bersenang-senang dengan teman-teman. Pada akhirnya, kalian tidak memberikan perawatan terbaik pada 1000 HPK anak,” ujar Andi Ruskati.

Untuk menghindari hal tersebut, Andi Ruskati mengajak agar remaja tetap melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang tertinggi. Agar menjadi generasi cerdas pelanjut kepemimpinan daerah dan bangsa.

“Berdasarkan undang-undang, umur menikah itu 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Usia ini dianggap sudah mapan untuk mengurus bayi yang ada didalam kandungan dan mengurus rumah tangga. Tapi menurut BKKBN, usia ideal menikah untuk perempuan usia 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” ujarnya.

Andi Ruskati mengajak remaja genre agar menghindari tiga hal jika ingin menjadi anak yang sukses, yaitu, hindari seks bebas, narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Napza) dan pernikahan anak secara dini. Di Sulbar pernikahan anak ini tertinggi se Indonesia.

“Jangan sekali-kali kalian terpengaruh untuk mencoba-coba tiga hal ini. Karena kalian akan terjerumus masuk ke jurang kehancuran jika nekat melakukannya. Habis masa depan kalian dan gelap masa depan kalian. Kalian akan menjadi sampah masyarakat. Oleh sebab itu, hindari tiga hal ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin mengatakan, anak remaja tidak boleh lesu, tidak boleh murung, dan tidak boleh sakit-sakitan yang diakibatkan oleh anemia. Agar bisa terhindar dari anemia, remaja putri harus rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) setiap minggu. 

“Anak remaja putri khususnya yang sudah mengalami menstruasi harus rutin mengkonsumsi TTD agar tidak mengalami anemia. Anemia jika dibiarkan akan menggangu kesehatan remaja putri. Anemia juga salahsatu penyebab terjadinya stunting,” ujarnya.

Nuryamin menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama. Salahsatu penyebab stunting karena nikah muda.

Dampak dari pernikahan muda adalah, anak yang dilahirkan pasti kurang sehat dan kurang berkualitas. Kenapa itu bisa terjadi? Karena anak itu lahir dari rahim seorang ibu yang masih anak-anak. Seharusnya, gizi yang dia peroleh digunakan untuk perkembangan dirinya sendiri, tapi karena sudah hamil, maka gizi tersebut dibagi dua kepada anak yang dikandungnya. 

“Inilah yang mengakibatkan terjadi stunting kepada anak, karena sejak dalam kandungan sudah kekurangan gizi. Oleh sebab itu, hindarilah pernikahan muda,” ujarnya.

Dampak berikutnya, lanjut Nuryamin, anak yang dilahirkan kurang memiliki daya saing dikemudian hari. Karena tidak bisa berkonsentrasi dan tidak bersemangat. Anak stunting di usai 30-40 tahun akan terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, penyakit lever, penyakit gula, darah tinggi dan lainnya.

“Anak-anakku, hidup itu harus direncanakan dari awal. Saat ini kalian harus fokus sekolah setinggi-tingginya terlebih dahulu. Rajin beribadah dan sayangi orang tua, tidak usah dulu berencana untuk menikah muda. Agar menjadi generasi penerus yang cerdas, sehat dan melahirkan generasi penerus yang tidak stunting,” pintanya. (ian)

  • Bagikan

Exit mobile version