PPPK 2022, Kuota Tambahan 3.500 Diplotkan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan, Ada Formasi Tanpa Tes

  • Bagikan
Ilustrasi Guru honorer

JAKARTA, RADARSULBAR – Guru honorer dan tenaga kependidikan (tendik) diberikan kesempatan mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kuota PPPK guru yang disiapkan secara nasional sebanyak 319.716, sedangkan untuk tenaga teknis 27.608 PPPK.

Wakil Ketua forum Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPGPPPK) Hasna mengungkapkan penetapan kuota PPPK 2022 itu melegakan mereka.

Jumlah guru lulus PG secara nasional sebanyak 193.954 sehingga berdasarkan angka relatif aman.

Namun, kata Hasna dilihat penyebaran datanya, apakah seluruh guru lulus PG terakomodasi atau tidak jadi tanda tanya.

Itu sebabnya guru honorer Kota Palembang beraudiensi dengan Dinas Pendidikan untuk mengoreksi informasi soal formasi PPPK 2022.

“Alhamdulillah pertemuan dengan kadisdik Palembang pada 15 September melegakan kami semua,” kata Hasna kepada jpnn.com, Jumat 16 September 2022.

Dia mengungkapkan Ketua PGRI Palembang Ahmad Zulinto getol memperjuangkan hak guru dan tendik untuk mendapatkan kuota PPPK.

PGRI juga berusaha agar pengangkatan seluruh guru SD, SMP negeri dan swasta di Palembang bisa diangkat tanpa tes serta hanya observasi.

“Kami sujud syukur karena Palembang slotnya 3.500 dan statusnya aman,” ucapnya.

Yang menggembirakan lanjut Hasna, kuota tambahan 3.500 itu sudah mengakomodasi guru prioritas I (honorer K2, guru honorer negeri, lulusan PPG, guru swasta yang kesemuanya lulus PG).

Prioritas 2 (honorer K2 belum ikut tes dan tidak lulus PG). Prioritas 3 (guru honorer negeri minimal masa kerja 3 tahun yang tidak lulus PG dan belum ikut tes).

Semuanya tanpa tes dan hanya seleksi observasi khusus prioritas 2 maupun 3.

Selain formasi guru, menurut Hasna, tendik juga diakomodasi dalam seleksi PPPK 2022.

Rencananya seleksi PPPK 2022 akan dibuka pada pekan ketiga September.

“Jadi, teman-teman bisa memantau di akun SSCASN mulai pekan ketiga September,” ujarnya.

Hasna mengungkapkan seluruh guru dan tendik di Kota Palembang sangat mengapresiasi komitmen ketua PGRI yang terus mendukung perjuangan para guru dan tendik.

Begitu juga dengan Syahrial, pembina honorer di Palembang. Walaupun sudah menjadi PNS, Syahrial eks pentolan honorer K2 sangat getol memperjuangkan hak-hak tenaga non-ASN.

Ketika honorer dalam kesulitan, Syahrial sigap mendampingi dan mencarikan solusinya.

“Pak Syahrial selalu menjembatani kami bertemu dengan pejabat pemda untuk menyampaikan aspirasi honorer,” kata Hasna.

Dia berharap daerah lain mendapatkan dukungan dari ketua PGRI dan pembina honorer sehingga setiap ada masalah secepatnya diselesaikan.

Kini, Hasna dan rekan-rekannya tinggal menunggu proses pengangkatan PPPK 2022.

“Kuota 3.500 untuk guru prioritas pertama, kedua, ketiga, tendik, dan pelamar umum merupakan anugerah yang sangat kami syukuri. Alhamdulillah,” pungkas Hasna. (jpnn)

  • Bagikan

Exit mobile version