Penyelengaraan Haji 2022 Dianggap Sukses, Menag Ingin Banyak Inovasi untuk Tahun Depan

  • Bagikan
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat meninjau Arafah jelang puncak ibadah haji 1443 Hijriah.--Foto: Istimewa--

JAKARTA, RADARSULBAR – Pelaksanaan ibadah haji 2022 dianggap berhasil. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik kesuksesan tersebut.

Ia meminta jajarannya dan pihak terkait lainnya untuk menyiapkan penyelenggaraan haji tahun 2023 lebih baik lagi dengan inovasi-inovasi baru. Selain jumlah jamaah yang harus dilayani berpotensi bertambah, penyelenggaraan haji mendatang juga harus bisa responsif terhadap Visi Saudi 2030.

“Kita tahu ada banyak apresiasi dari berbagai pihak atas suksesnya haji kali ini. Haji 2022 harus jadi benchmark (tolok ukur), namun kita tidak boleh jumawa dan cepat puas. Tantangan ke depan saya yakini jauh lebih berat,” ujar Yaqut, Jumat 2 September 2022.

Menag mengatakan, ada kemungkinan kuota jamaah haji Indonesia juga akan meningkat pada 2023 dibandingkan tahun ini. Namun demikian, penambahan jamaah ini jelas berkonsekuensi dengan banyaknya energi dan konsentrasi yang harus dikeluarkan oleh petugas dalam memberikan pelayanan.

Untuk itu, Menag meminta tantangan ini diantisipasi betul oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dan jajarannya. Menag berpesan agar persiapan pelayanan haji ke depan harus lebih matang dan detail agar tidak banyak hal yang terlewatkan.

Terkait Visi 2030 Saudi, pihaknya meminta agar disiapkan mitigasi yang tepat jika penyelenggaraan haji ke depan tidak lagi banyak melibatkan pihak Kerajaan Arab Saudi misalnya.

“Untuk itu ke depan saya minta harus ada banyak inovasi. Seperti jaket pendingin yang tahun ini sudah dicoba mungkin perlu diadakan untuk para petugas di lapangan. Demikian juga layanan fast track bisa diperbanyak tak hanya di Jakarta, tapi bisa di Jateng dan Jatim. Rakernas jangan hanya acara seremoni,” jelas Yaqut. (jpg/*)

  • Bagikan