POLEWALI MANDAR RADAR SULBAR — Menjelang Idul Fitri 1446 hijiriah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Polewali Mandar bekerja sama Bulog Polman menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pintu gerbang BTN Villa Tamara Kelurahan Manding Kecamatan Polewali, Kamis 20 Maret.
Dalam kegiatan ini, disediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, termasuk satu ton beras SPHS Bolog, 0,5 ton beras premium. Antusiasme warga sangat tinggi, sehingga stok beras SPHS satu ton habis hanya dalam waktu dua jam. Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 wita hingga pukul 09.00 wita sejumlah kebutuhan pokok utamanya beras dan minyak goreng sudah habis terjual.
Selain beras, masyarakat juga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai dan sayuran. Selain beras SPHS, paling diburu warga adalah minyak goreng MinyaKita dan bawang serta cabai karena harganya jauh dibawa harga pasar.
Kegiatan gerakan pangan murah ini dipantau langsung Bupati Polman Samsul Mahmud didampingi Ketua TIPD Pj Sekda Polman Hamdani Hamdi, Kadistanpan Andi Afandi Rahman, Kadisperindagkop Andi Chandra Sigit dan Camat Polewali Tanawali serta Tim TPID Polman.
Bupati Polman Samsul Mahmud mengatakan kegiatan GPM ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan harga murah. Selain itu untuk menekan inflasi yang cenderung mengalami gejolak jelan hari raya Idul Fitri.
“Kita hadir disini untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, apalagi bulan Ramadan menjelang Idul Fitri biasanya harga meningkat. Pasar murah ini merupakan bentuk komitmen pemda untuk membantu dan meringankan beban masyarakat,” terangnya.
Sementara anggota TPID Polman, Fitriani menjelaskan menjelang hari raya idul fitri beberapa kebutuhan pokok mulai ada kenaikan seperti bawang merah, bawang putih, telur dan cabai.
“Dalam pekan terakhir ramadan ini ada gejolak harga utamanya bahan pokok seberti cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan telur. Untuk menekan harga kebutuhan pokok sehingga TPID Polman bekerjasam Bulog melakukan pasar murah. Harga jual bahan pokok di GPM ini selih antara 3.000 hingga 5.000 dengan harga pasar pada umumnya,” terang Fitriani yang juga Kabid Ketahanan Pangan Distanpan.
Menurut Fitriani, harga yang ditawarkan sangat terjangkau, di antaranya beras SPHS Rp 58.000 per lima kilogram, beras premium 10 kilogram Rp 140.000, gula Rp 17.000 per kilogram, cabai merah besar Rp 37.000 per kilogram, cabai keriting Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit Rp 6.000 per 100 gram, bawang merah Rp 35.000 per kilogram dan bawang putih Rp 37.000 per kilogram, telur Rp 46.000 per rak, serta minyak goreng Minyak Kita Rp 15.000 per liter. Selain itu dijual juga selada Rp 5.000 per ikat dan pakcoy Rp 5.000 per ikat.
Fitriani mengatakan TIPD Polman kembali akan mengelar GPM di Kecamatan Campalagian pada 24 Maret mendatang. Dalam kegiatan ini Distanpan menyiapkan telur 175 rak, bawang merah 120 kilogram, bawang putih 100 kilogram, cabai besar Rp 30 kilogram, cabai rawit Rp 7 kilogram, cabai keriting 20 kilogram. Serta daun bawang, selada dan pakcoy merupakan hasil kebun dari kelompok wanita tani binaan Distanpan.
Sementara Bulog Polman menyiapkan satu ton beras SPHS, 0,5 ton beras premium, minyak goreng MinyaKita 750 kilogram dan gula pasir 500 kilogram.
Salah seorang warga Manding, Nurhayati (27) mengungkapkan rasa syukur atas adanya pasar murah ini.
Menurutnya, bahan pokok yang dijual berkualitas baik dan harganya lebih dibawah dari harga di pasar.
“Selain harganya murah, lokasinya juga mudah dijangkau. Semoga kegiatan seperti ini segera diadakan lagi,” harap Nurhayati warga BTN Villa Tamara Manding. (mkb)