19 Desa Belum Teraliri Listrik, ESDM Sulbar Usulkan PLTS pada Rakortekrenbang Nasional

  • Bagikan

MAMUJU, RADAR SULBAR – Dinas Energi Sumber Daya Minelar (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hadir secara virtual Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) ESDM Tahun 2025, Kamis 27 Februari 2025.

Rakortekrenbang bertujuan untuk menyusun dan menyelaraskan perencanaan pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral di Sulbar agar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional serta kebutuhan daerah.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sulbar, A. Rahmat mengatakan, masih terdapat 19 desa yang belum berlistrik PLN di wilayah Sulbar. Sehingga melalui rakortekrenbang salah satu program strategis yang diusulkan adalah Pembangunan 100 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Home System (SHS) di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamasa, dengan kapasitas pembangkit sebesar 100 WP per unit.

    “19 desa yang belum berlistrik PLN yaitu sekitar 6.000 hingga 7.000 Kepala Keluarga yang belum mendapatkan akses listrik,” ungkap Rahmat.

    Dia juga mengusulkan Pembangkit EBT (PLTS SHS) yang dibangun nantinya akan dihibahkan kepada masyarakat sasaran guna meningkatkan akses listrik di daerah terpencil.

    Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian ESDM, Eva Novianty menjelaskan, Pola penganggaran pemeliharaan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) masih dalam pembahasan, Sistem penganggarannya pun masih menjadi perdebatan, dan perlu dipastikan skema yang paling efektif.

    Menurutnya, kerja sama dengan pihak ketiga dalam pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT dapat menjadi alternatif kedepan.

    Khusus di Kepulauan Bala-Balakang yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), ini menjadi prioritas, sehingga Dinas ESDM diminta berkoordinasi PLN membahas skema untuk mendukung jaringan listrik di Kepulauan Balabalakang. (*)

    • Bagikan

    Exit mobile version