Pihak Terdakwa Anggap Keterangan Saksi tak Memberatkan – Radar Sulbar
Mamuju

Pihak Terdakwa Anggap Keterangan Saksi tak Memberatkan

SAKSI Toto Aliuddin dan Thamriyuddin hadir pada sidang Perkara Tipikor Pengadaan APK Pilgub Sulbar 2017, di Pengadilan Tipikor Mamuju, Senin. (imran/ RDR)

Sidang Lanjutan Dugaan Tipikor APK Pilgub Sulbar 2017

RADARSULBAR.CO.ID — Sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgub Sulawesi Barat 2017, kembali bergulir, Senin kemarin. Tiga saksi dihadirkan. Diantaranya adalah Thamriyuddin dan Toto Aliuddin. Keduanya perwakilan perusahaan peserta lelang.

Usai sidang, pihak terdakwa menilai keterangan para saksi tidak masuk substansi dakwaan, namun akan jadi pembanding terkait penetapan pemenang tender dari lima perusahaan peserta lelang APK Pilgub Sulbar 2017. Terdakwa dalam ini adalah mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar, Abdul Rahman Syam.

Penasehat Hukum terdakwa, Dedi menekankan, keterangan dua saksi tersebut tidak memberatkan kliennya. “Yang kami tunggu dari pemenang tender. Itu perlu kami kejar. Apalagi, ada pengembalian uang Rp750 juta dari PT Adi Perkasa Makassar. Itu harus diperjelas,” tegas Dedi.

Dalam sidang, Saksi Thamriyuddin, selaku Wakil Direktur PT Fajar Utama Intermedia menerangkan, perusahaannya ikut lelang dengan tawaran Rp6,7 miliar. Dia juga mengaku pernah menerima perwakilan KPU Sulbar bernama Adi Ardiansyah dalam rangka survei harga.

Saat lelang, Thamriyuddin mengaku perusahaaanya dinilai tidak memenuhi syarat, sebab tak memiliki ISO dan hanya memiliki satu digital printing. Sementara, pihak terkait menetapkan ketentuan, harus kantongi ISO dan memiliki tiga digital printing.

Saksi lain, Toto Aliyuddin. Bagian pemasaran PT Surya Agung ini, menjelaskan bahwa pihak KPU Sulbar juga pernah datang ke tempatnya. Atas nama Bustaman (Pokja KPU). Saat lelang, Toto mengaku menawar Rp5,1 miliar. Perusahaannya memiliki ISO, namun hanya punya dua digital printing. Alhasil, dinyatakan gugur.

Diketahui, pengadaan APK Pilgub Sulnbar 2017, dimenangkan PT Adi Perkasa Makassar, dengan nilai tawaran Rp9,1 miliar. Perusahaan ini dinilai unggul, sebab kualifikasinya memenuhi persyaratan, yanki, punya ISO dan tiga digital printing.

“Untuk rekanan beberapa masih berhalangan, seperti saksi Zainal Abidin, itu masih sakit,” papar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anry Yuliana. Menurutnya, masih ada lima saksi lain dari pihak perusahaan yang belum hadir. (imr/**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top