KemenkumHAM Sulbar Garap Empat Petugas Rutan Pasangkayu – Radar Sulbar
Ragam

KemenkumHAM Sulbar Garap Empat Petugas Rutan Pasangkayu

Harun Sulianto

RADARSULBAR.CO.ID — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Barat, Harun Sulianto, mengaku telah mengganti Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Pasangkayu.

“Saya sudah ganti Kepala Rutan Pasangkayu. Pak Gandhi, saya tugaskan sebagai Plh (pelaksana harian),” kata Harun, usai membuka Seminar di Mamuju, Jumat. Ia, juga mengaku telah melakukan pendalaman atas kasus tersebut. Menurutnya, kejadian hanya sekitar 1,5 jam.

Kasus dimaksud adalah mengamuknya warga binaan di Rutan Pasangkayu, pada Senin 22 April, lalu. Aksi ini merupakan puncak kemaharan napi dan tahanan yang merasa diperlakukan tak manusiawi. “Yang dibakar hanya berupa kertas, kursi dan meja. Kaca jendela yang dipecah itu untuk menyemprotkan air masuk ke Rutan. Jadi, sengaja dipecahkan,” jelas Kakanwil.

Harun menekankan bahwa pemicu kemarahan warga binaan adalah kekecewaan tahanan terhadap petugas. “Memang anggotra kami disana komunikasinya kurang baik. Arogan berhadapan tahanan. Nilai-nilai HAM-nya masih perlu disosialisasikan,” tegasnya.

Petugas yang diduga menjadi pemicu kericuhan itu, telah dipindahkan ke kantor wilayah KemenhumHAm Sulbar. “Saya belum bisa bicara sanksi karena masih proses. Tapi, intinya ada empat orang sementara kami periksa dan pasti ada sanksinya. Termasuk Kepala Rutan,” sebutnya.

Harun juga menampik jika polemik ini karena persolan Pemilu 2019. Katanya, itu hanya soal miskomunikasi antara pegawai rutan dengan tahanan, karena beberapa petugas Rutan Pasangkayu diduga arogan.

“Jadi, cara berkomunikasi dengan tahanan kurang sopan. Sampai hari ini, kami tidak menemuka bahwa pemicunya adalah Pilpres. Sudah ada berita acara yang didalamnya ada sekitar sepuluh orang dan tidak ditemukan indikasi itu. Hanya memang ada komunikasi yang tersumbat,” paparnya.

Kondisi Rutan Pasangkayu kini sudah kondusif. Pascamengamuk seorang warga binaan menyebut mereka kesal lantaran, malam hari pascapencoblosan 17 April, lalu, sejumlah warga binaan dianaya karena beda pilihan Capres. (m4/**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top