Dianiaya Karena Pilpres, Napi Mengamuk – Radar Sulbar
Ragam

Dianiaya Karena Pilpres, Napi Mengamuk

PERSONEL Polres Matra, saat melakukan penyisiran di area Rutan. (aspar/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin pagi mengamuk. Menghacurkan sejumlah fasilitas dalam Rutan. Alhasil, pecahan kaca berhamburan. Bahkan ada pembakaran.

Beruntung pihak kepolisian datang lebih cepat, lengkap dengan mobil watercanon serta tim pemadam kebakaran dari Pemkab Pasangkayu, sehingga api yang melalap salah satu ruangan dalam Rutan, tidak meluas.

Tak ada laporan korban jiwa. Aksi ini merupakan puncak protes dari warga binaan dan tahanan. Mereka mengaku tak terima perlakuan oknum sipir yang dinilai berlaku kasar pada Kamis malam, 17 April, lalu.

“Ceritanya begini, pada hari itukan (Rabu 17 April, red) lagi mau pencoblosan. Kami dikeluarkan untuk memilih calon Presiden berdasarkan hati nurani kami dan kami sudah lakukan dengan mencoblos. Sekitar jam 12 malam selesai perhitungan suara, kami dikasi keluar dari tahanan, khusus yang memilih Presiden,” jelas warga binaan berinisial Al alias An.

Menurutnya, warga binaan yang memilih Paslon Pilpres Nomor Urut 01 dan 02, dipisahkan oleh pihak sipir. Hasilnya, kata dia, suara 01 berjumlah 28 orang. Sedang untuk 02 mencapai 65 pemilih.

“Teman kami yang memilih 01 dikasi masuk ulang kedalam kamarnya, sementara kami yang memilih Prabowo dikasi tinggal diluar yang dipimpin oleh Karutan dan beberapa orang anggotanya. Terus kami dianiaya dengan alasan tidak jelas,” urai Al.

Dia menegaskan, penganiayaan inilah yang memicu kejadian kemarin. “Pertanyaan saya dan teman-teman, apakah ada undang-undangnya kalau beda pilihan Presiden kami harus dianiaya?,” keluhnya.

SALAH satu ruangan di Rutan yang jadi sasaran amukan warga binaan. (aspar/RDR)

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Klas IIB Pasangkayu, Mahmud A, mengaku belum mengetahui persis akar persoalan sehingga warga binaan yang mencapai 187 orang, mengamuk. “Saya masuk pas jam 8 pagi, anak-anak sudah kumpul di lapangan disini sambil beteriak-teriak,” sebutnya, kepada Radar Sulbar.

Kapolres Mamuju Utara (Matra), AKBP Made Ary Pradana, mengaku masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dari para pelaku pengrusakan. Khususnya mereka yang merasa mendapatkan tindakan berlebihan dari petugas Rutan. (r3/**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top