Pertamina-Disperindagkop Polman, Telisik Penggunaan Elpipji 3 Kg – Radar Sulbar
Polman

Pertamina-Disperindagkop Polman, Telisik Penggunaan Elpipji 3 Kg

PIHAK Pertmina dan Diskoperindagkop Polman melakukan sidak elpiji di hotel, penginapan dan rumah makan, Rabu 10 April 2019. (amri/ RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diskoperindagkop) Polewali Mandar, bekerjasama Pertamina melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pemantauan penggunaan elpji subsidi 3 Kg di Kota Polewali.

Merupakan antisipasi peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg menjelang Ramadan di wilayah Polman, Sulawesi Barat. Selain, belum sesuainya peruntukkan gas bersubsidi di kalangan masyarakat Polman, dipicu oleh aksi pelaku usaha besar.

Sidak pada sejumlah hotel, penginapan dan warung makan, didapati masih ada pelaku usaha yang masih memanfaatkan elpiji 3 Kg. Padahal Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2009 yang menyebut bahwa elpiji bersubsidi 3 Kg hanya untuk kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Ditekankan pula dalam edaran Bupati Polman Nomor 23 Tahun 2018 yang melarang penggunaan elpiji subsisi bagi kalangan pengusaha.

Disperindagkop dan Pertamina memberlakukan sanksi kepada pelaku usaha tersebut berupa teguran tertulis. Selain itu, sanksi untuk langsung menukar gas elpiji 3 Kg dengan gas elpiji 5,5 Kg yang dibawa oleh agen saat Sidak.

“Sidak untuk usaha rumah makan dan hotel, ternyata masih banyak yang menggunakan elpiji bersubdisi. Kami berharap pengusaha kedepannya bisa lebih bijak menggunakan elpiji yang sesuai peruntukannya agar elpiji subsidi bisa tepat sasaran,” jelas Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Dinas Perindagkop UKMK Polman, Salma Adriani Pida, Rabu kemarin.

Sales Executive Pertamina LPG I Regional Sulawesi, Rizal Arsyad mengatakan, bahwa sidak yang dilakukan pihaknya bersama Disperindagkop Polman untuk memastikan pendistribusian gas elpiji bersubsidi lebih tepat sasaran.

“Harapan kami masyarakat kategori mampu maupun ASN, TNI Polri agar beralih menggunakan gas elpiji non subsidi 5,5 Kg. Sehingga nantinya penggunaan elpiji 3 Kg untuk masyarakat kurang tak kesulitan mendapatkan jatah,” tambah Rizal. (mkb)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top