13 Tahun Mengabdi, Perawat RS Polewali Dipecat – Radar Sulbar
Polman

13 Tahun Mengabdi, Perawat RS Polewali Dipecat

RSUD Polewali, Kabupaten Polman, Sulbar. (arif/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Nasib malang dialami Sahida, seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pengabdiannya selama 13 tahun berujung pemecatan.

Perawat sukarela ini merasa manajemen RSUD Polewali memecatnya secara sepihak, tanpa alasan jelas. Ia menerima kebijakan tersebut sejak Sejak 21 Maret, melalui sebuah surat yang diteken Direktur RSUD Polewali, dr Syamsiah.

Ketua Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Kabupaten Polman, Rahmat menganggap pemberhentian yang dilakukan oleh manajemen RSUD Polewali telah melecehkan profesi perawat.

“Ia diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Padahal Sahida ini sudah bekerja selama 13 tahun. Setelah ada surat pemberhentian tersebut, RSUD kembali mengeluarkan surat penerimaan tenaga BLUD RSUD Polewali,” kesal Rahmat saat dikonfirmasi, kemarin.

Tak hanya itu menurut Rahmat, Direktur RSUD Polewali telah melanggar surat nomor KP 01 01./Menkes/481/2017 yang berbunyi dengan sangat jelas larangan mengangkat tenaga sukarela dan diangap telah melanggar PP No 48 tahun 2015.

Kepala Bagian Tata Usaha (TU) RSUD Polewali, Andi Hizbullah Matsar membenarkan jika RSUD Polewali tengah menyiapkan lowongan bagi tenaga perawat berdasarkan rekomendasi BPK. “Besok (hari ini,red) kami baru mau rapat dengan panitianya, pada bulan Desember lalu ada rekomendasi dari BPK untuk membuat perencanaan pemenuhan tenaga di Rumah Sakit,” jelasnya.

Terkait pemecatan Sahida, Andi Hizbullah menyampaikan sesuai arahan Satuan Pemeriksa Interen (SPI) RSUD Polewali yang pada September 2018 telah mengadakan pertemuan. Menurutnya, yang bersangkutan dianggap tak menghormati pimpinan dengan melontarkan kata-kata kasar pada direktur RSUD. Kejadiannya, kata Hizbullah, sudah berlangsung lama, hanya saja baru ada kebijakan pemberhentian setelah pihak RS menerima rekomendasi pihak SPI.

Menurut Hizbullah, masalah ini berawal saat pihak rumah sakit meminta penjelasan para perawat yang tidak berada di tempat saat visitasi kegiatan akreditasi khusus interen rumah sakit. Salah satunya Sahida yang disebut sempat salah paham dan emosi tidak terbendung.

Selama 13 tahun ini, Sahida mengabdikan diri sebagai perawat di ruangan VIP Anggrek RSUD Polewali. Saat coba dikonfirmasi, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. Menurut suaminya, ia sedang mengunjungi saudaranya yang sedang sakit. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top