Pengembangan Pangan Lokal Darurat Di Pulau Sulawesi (Barat) – Radar Sulbar
Opini

Pengembangan Pangan Lokal Darurat Di Pulau Sulawesi (Barat)

Ramlah, S.Si

INDONESIA merupakan negara yang terletak dalam lingkaran api pasifik (ring of fire) yang memiliki puluhan patahan aktif, membuat negeri ini rawan bencana alam seperti gempa tektonik maupun vulkanik.

Oleh: Ramlah, S.Si
(Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Dari Desa Ugi Baru, Polman)

Salah satunya dapat kita lihat pada bencana gempa bumi yang diikuti bencana tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya pada 28 September 2018 yang lalu.

Data terakhir menunjukkan, sejak tanggal 28 september–26 Oktober 2018, telah terhitung >50 kali gempabumi melanda pulau Sulawesi dan sekitarnya, dengan magnitude berkisar antara 5.0-7.7 SR, dengan kedalaman 10-356 Km.

Puncak tertinggi pada Jumat (28/9/2018), gempabumi dengan kekuatan 7.7 SR telah mengguncang wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, Sulteng (www.bmkg.go.id). “Bencana ini menyebabkan 2.081 orang meninggal dunia, 1.309 orang hilang dan 206.219 orang mengungsi,” kata Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (news.detik.com).

Tidak hanya memakan korban jiwa dan harta benda, bencana ini juga mengakibatkan rusak dan terputusnya berbagai infrastruktur layanan masyarakat, seperti jalan raya, sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.

Hal tersebut seringkali menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama kebutuhan terhadap pangan. Kebutuhan pangan seringkali dipenuhi melalui pengadaan dapur umum. Namun pada beberapa kondisi bencana, pendirian dapur umum tidak memungkinkan.

Keterbatasan peralatan memasak dan persediaan air bersih pasca bencana juga menjadi faktor sulitnya melakukan aktivitas pengolahan makanan untuk korban bencana.
Ketika bencana terjadi bahan makanan menjadi sangat langka. Padahal pada kondisi darurat tersebut, masalah pangan menjadi faktor kritis yang penting, dimana tubuh membutuhkan banyak energi untuk beraktivitas lebih banyak.

Prev1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top