Kompleksitas Pemilu 2019 – Radar Sulbar
Features

Kompleksitas Pemilu 2019

M. Danial

PEMILU Tahun 2019 makin dekat. Waktunya lima puluh delapan hari lagi dari hari ini. Peraturan tatacara pemungutan dan penghitungan suara sudah ditetapkan. Begitupun tatacara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil Pemilu.

Catatan: M Danial (Pengamat Pemilu dan Demokrasi)

Semua dalam bentuk Peraturan KPU yang merupakan penjabaran dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Sekilas membaca Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu, terbayang kompleksitas teknis yang bakal dihadapi penyelenggara di tingkat bawah. Tidak heran, para pengamat sejak awal menyebut Pemilu Tahun 2019 paling rumit di dunia. Mengapa?

Karena di negara mana pun belum pernah menyelenggarakan Pemilu secara serentak. Memilih calon anggota parlemen dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara bersamaan. Setidaknya, ada beberapa hal yang bakal dihadapi pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara tanggal 17 April 2019. Tidak berlebihan untuk menyebut kompleksitas teknis penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.

Antara lain, pelayanan kepada Pemilih yang terdiri tiga kategori. Yaitu, pertama Pemilih yang terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Kedua, Pemilih yang karena keadaan tertentu tidak memilih di TPS tempatnya terdaftar. Melainkan, di TPS lain sebagai Pemilih pindahan dan disebut Pemilih tambahan dan disebut DPTb (daftar pemilih tambahan). Ketiga, Pemilih DPK (daftar pemilih khusus), yaitu tidak terdaftar dalam DPT tapi memenuhi syarat menggunakan hak memilih dengan berbekal KTP elektronik.

Namun, Pemilih DPK hanya dapat menggunakan hak pilih di TPS sesuai dengan alamat domisilinya. Waktu untuk menggunakan hak pilih DPK sudah ditetapkan juga setelah pukul 12:00 waktu setempat. Pelayanan hak pilih terhadap ketiga kategori Pemilih, sangat perlu kehati-hatian petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara).

Tidak semua surat suara yang terdiri lima jenis, serta-merta bisa diberikan. Lima jenis surat suara, terdiri surat suara Pilpres, surat suara DPR, surat suara DPD, surat suara DPRD Provinsi, dan surat suara DPRD Kabupaten/Kota. Pemilih yang menggunakan hak pilih di TPS tempatnya terdaftar, diberikan semua lima jenis surat suara. Pindah memilih, tapi masih dalam wilayah Dapil (daerah pemilihan) yang sama, juga mendapatkan lima jenis surat suara.

Pindah memilih ke TPS di luar Dapil DPRD Kabupaten/Kota, tidak akan diberikan surat suara DPRD Kabupaten/Kota. Pindah memilih di TPS di luar Dapil provinsi, tidak mendapatkan surat suara DPRD provinsi. Dengan kata lain, hanya akan medapatkan surat suara DPR, DPD, dan Pilpres. Pemilih yang pindah memilih di luar provinsi, hanya akan mendapatkan surat suara Pilpres. Melayani pemilih pindahan lintas Dapil, akan menyebabkan pemilih tidak semua memeroleh surat suara dengan jumlah yang sama.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top