Kasus Bagi-Bagi Sarung Jelang Pemilu, Jaksa Anggap Kekurangan Bukti – Radar Sulbar
Politik

Kasus Bagi-Bagi Sarung Jelang Pemilu, Jaksa Anggap Kekurangan Bukti

ANGGOTA Bawaslu Sulbar dan Bawaslu Polman saat konferensi pers terkait pemberhentian laporan bagi-bagi sarung dan atribut Caleg di Polman. (arif/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Kejaksaan Negeri Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menilai bukti-bukti dalam kasus pembagian sarung di Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polman, belum kuat.

Selain itu, pihak kejaksaan yang merupakan bagian dari Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pemilu di daerah ini, menilai keterangan saksi belum cukup.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Polman, Sugiharto menjelaskan, rekaman suara yang dijadikan alat bukti dalam kasus tersebut tak dijelaskan sebagai suara Andi Ruskati Ali Baal, yang itu dinilai ikut terseret kasus ini.

“Kalau keterangan saksi ini keterangan yang melihat sendiri dan mendengar, sementara perkara Gakkumdu ini perkara khusus untuk ketahap penyidikan jaksa cuma dikasi kesempatan satu kali. Suka tidak suka, hal tersebut dimaksimalkan pada tahap klarifikasi dan ternyata saksi-saksi ini tidak ada kesesuaian karena tidak ada yang mendengar langsung dan melihat langsung selain yang melakukan perekaman suara,” jelas Sigiharto, Rabu lalu.

Kesimpulan pihak kejaksaan ini membuat Sentra Gakkumdu tak dapat melanjutkan kasus dugaan pelanggaran Pemilu bagi-bagi sarung, kalender dan kartu nama yang berlangsung pascareses Anggota DPR RI Dapil Sulbar, Andi Ruskti Ali Baal di Polman. Ruskati kembali mencalonkan diri di Pemilu 2019.

Sebelumnya, Bawaslu Polman menggelar konferensi pers dan menyampaikan perkembangan laporan bagi-bagi sarung di Pappandangan, Polman yang teregistrasi 7 Januari. Terlapor dalam kasus dugaan pelanggaran Pemilu ini adalah Kepala Desa Pappandangan, Makmur.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top