RSUD Ako: Kami tak Pernah Bedakan Pasien – Radar Sulbar
Pasangkayu

RSUD Ako: Kami tak Pernah Bedakan Pasien

Direktur RSUD Ako, Welly Patana

RADARSULBAR.CO.ID — Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat menepis penilaian diskriminatif.

Direktur RSUD Ako, Welly Patana menerangkan pihaknya tak pernah membedakan perlakuan terhadap pasien. “Kami tak membedakan pelayanan kepada pasien. Siapapun itu,” ujarnya, belum lama ini.

Sebelumnya, keluarg pasien mengeluh karena harus dipindah dari kelas I ke kelas lebih rendah, lantaran ada keluarga pejabat yang hendak menempati ruang perawatan kelas I.

“Kronologisnya begini, saya dihubungi teman bahwa ada pasien atas nama Jeni Liyanti, warga Kelurahan Martajaya, mengalami Pendarahan dan membutuhkan ruangan dingin. Karena ruangan kelas III tak memiliki AC, kebetulan ruangan kelas I masih ada kosong satu, sehingga petugas jaga membawanya kesana,” jelas Welly.

“Cuman, pasien yang duluan masuk (atas nama Khaeria), tidak mau digabung dengan pasien lain, karena malu dengan penyakitnya,” sambung Welly menekankan.

Akhirnya, keluarga Khaeria komplain. Ditawarkanlah VIP, tapi tanpa AC.
Karena pihak pasien khawatir gerah, sehingga petugas jaga saat itu menawarkan ke ruangan bidan dan suaminya setuju.

“Pas Suaminya Khaeria setuju, maka didoronglah ia ke ruangan bidan. Tapi tersinggung dan mengatakan, “Kenapa saya yang di dorong ke ruangan bidan. Seharusnya itu pasien yang dari Kelas III kita dorong masuk”. Kami serba salah, jangan sampai pasien dari kelas III ini mengatakan dilarangkah pasien miskin masuk ruangan kelas I, sementara yang bersangkutan bersedia membayar selisih meski dia pengguna BPJS Mandiri,” terang Welly.

Menurutnya, seandainya waktu itu antara keluarga pasien membangun komunikasi, mungkin ada jalan keluar yang lebih baik. Sebab, pihak rumah sakit tak bisa mengambil kesimpulan sendiri dengan menempatkan pasien berdasarkan keinginan pihak rumah sakit.

Sehingga, tambah dia, kejadian di RSUD Ako tersebut hanyalah salah paham. “Semua Pasien berhak menempati ruangan yang lebih bagus,” tegas Welly. (aspar/rul)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top