Demi Keluarga Pejabat, RSUD di Pasangkayu Pindahkan Pasien – Radar Sulbar
Pasangkayu

Demi Keluarga Pejabat, RSUD di Pasangkayu Pindahkan Pasien

RSUD Ako di Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (int/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Citra Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat kembali tercoreng. Layanannya dikeluhkan.

Baru-baru ini, RSUD Ako menerima pasien atas nama Khaeria yang menderita Gondok. Khaeria dirawat lima malam di ruangan Flamboyan, sejak 31 Desember, lalu.

Pada Jumat, 4 Januari, lalu, Khaeria dipindahkan oleh pihak keluarga ke ruangan VIP kelas Satu dengan tujuan agar mendapatkan perawatan maksimal.

Namun baru beberapa jam di ruangan tersebut, tiba-tiba datang seorang perawat yang memberitahukan bahwa akan ada pasien lain mengisi ruangan yang mereka gunakan tersebut.

Suami Khaeria menanyakan kepada perawat siapa yang akan mengisi ruangannya. Berdasarkan keterangan perawat jaga saat itu, ada keluarga pejabat dari ruangan Kelas III yang meminta dipindahkan ke VIP.

“Istri saya inikan lagi Hamil dan menderita Gondok. Saya pindahkan ke ruangan lebih bagus agar mendapatkan pelayanan maksimal. Tapi, belum lama istri saya diruang VIP itu, tiba-tiba mau dipindahkan ke ruangan lain, karena ada keluarga pejabat. Berdasarkan pemberitahuan yang jaga, itu pasien keluarganya direktur Rumah Sakit dari ruangan kelas III,” terang Suami Khaeria.

Dirinya pun merasa kecewa dan seharusnya pihak rumah sakit tidak membedakan pasien berdasarkan jabatan atau karena kerabat seorang pejabat. Karena kecewa, Suami Khaerai, mengeluarkan istrinya dari RSUD dan berencana membawanya ke Rumah Sakit di Palu, jika biaya perawatan sudah terkumpul.

“Saya ini kasian hanya pendatang disini dan bukan juga keluarga pejabat. Saran saya janganlah membedakan pasien entah dia keluarga atau anak pejabat atau rakyat biasa. Kalau memang prosedur tidak seperti itu, janganlah membuat aturan baru dengan membedakan strata,” harapnya.

Sayangnya, Direktur RSUD Ako belum bisa dimintai keterangan. Saat hendak dikonfirmasi via handphone, nomor telpon tak pernah aktif. Hingga Minggu kemarin, yang bersangkutan disebut masih tugas luar kota. (aspar/rul)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top