Tangguh di Tengah Keterbatasan – Page 2 – Radar Sulbar
Features

Tangguh di Tengah Keterbatasan

HERMAN bersantai di depan gubuknya di daerah Layonga, Majene, Sulawesi Barat. (mabrur/RDR)

Menurut dia, Herman orangnya ramah, baik, dan suka membantu. Tetangga yang tak pernah bermasalah.

“Meskipun serba kekurangan ia sering memberikan hasil kebunnya. Sudah banyak warga disini yang dia bantu,” terang wanita beranak dua itu.

“Herman mudah kenal dengan orang. Seandainya tidak sakit kasian, pasti banyak temannya,” sambung Nurfadila.

Ia kemudian menyinggung keberadaan pemerintah dengan seabrek program bantuan, namun tak pernah menyasar tetangganya tersebut.

“Sudah lama Herman disini (Layonga, red) namun tak sekalipun pemerintah datang melihatnya dan memberikan bantuan,” ungkap dia menceritakan kondisi tetangganya.

Sayang, Herman tak dapat berkomunikasi dengan baik. Ia hanya bisa nunjuk-nunjuk, lalu tersenyum. Bisa memahami penyampaian orang lain, namun untuk membalas agak kesulitan.

Saat coba diajak berkomunikasi, yang bersangkutan kembali hanya tersenyum dan ngangguk-ngangguk.

Menurut Nurfadila, sejak kecil, Herman sudah ditinggal meninggal oleh orang tuanya. Beberapa kerabatnya ingin menampung, namun yang bersangkutan memilih tinggal dan berusaha sendiri.

“Mudah-mudahan pemerintah betul-betul membuka mata, melihat kondisinya. Kasian, tidur selalu kedinginan,” tutup Nurfadila. (**)

2 of 2Next

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top