Warung Indonesia sampai Sepeda Raksasa – Radar Sulbar
Features

Warung Indonesia sampai Sepeda Raksasa

Monumen sepeda di Kota Jeddah. (danial)

SETELAH melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jamaah haji mengisi waktu dengan kegiatan nonibadah sebelum meninggalkan Makkah. Selain mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan, juga ziarah ke tempat-tempat bersejarah.

Laporan Haji: M. Danial
(Jeddah)

Banyak juga yang mengunjungi Jeddah, Kota Metropolitan yang memiliki beberapa destinasi wisata. Jeddah, terletak di tepi Laut Merah, berjarak 89 kilometer dari Kota Makkah, dikenal pula sebagai Kota Pelabuhan dengan kesibukan yang sangat padat, baik pelabuhan laut maupun udara.

Laut Merah merupakan perbatasan wilayah Saudi Arabia dengan Mesir dan Sudan, sekaligus pemisah antara Benua Asia dengan Benua Afrika. Kota Jeddah, merupakan juga gerbang menuju Tanah Suci yang sejarahnya berkaitan erat dengan perkembangan Islam.

Berdasarkan referensi, nama Jeddah berasal dari bahasa Arab “jaddah” atau “juddah” yang berarti nenek. Sebutan itu, berkaitan dengan keyakinan bahwa kuburan nenek moyang umat manusia, yakni Hawa, istri Nabi Adam AS, berada di kota ini. Sumber lain menyebut Jeddah berasal dari kata “Jiddah”, yang dalam bahasa Arab berarti lepas pantai.

Jeddah juga memiliki posisi sebagai kota dagang di Arab Saudi, memiliki fasilitas yang lengkap. Pelabuhan laut Jeddah merupakan pelabuhan utama sentral perdagangan menuju berbagai negara di pesisir timur Afrika dan Yaman. Sedang pelabuhan udara Jeddah, Bandara King Abdul Aziz (KAA) memiliki tingkat kesibukan sangat tinggi terutama pada musim haji. Selain melayani penerbangan haji, bandara KAA digunakan untuk kepentingan komersial.

Khusus bagi jamaah haji Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1980 telah mengeluarkan fatwa tentang sahnya Bandara KAA sebagai tempat Mikat Makani. Jamaah haji Indonesia yang menggunakan fasilitas pesawat udara, Kota Jeddah sebagai tempat memulai ihram.

Mengunjungi Jeddah, menempuh perjalanan sekira satu jam 15 menit. Dari arah Jeddah memasuki Kota Makkah, terdapat gerbang berupa simbol kitab Alquran di atas gapura besar yang melintang jalan selebar 18 meter. Gapura di gerbang Makkah itu merupakan batas Tanah Haram.

Bagi para pemburu cinderamata atau ole-ole khas haji, pusat perbelanjaan yang dikenal dengan Balad Corniche, bisa menjadi salah satu alternatif untuk melengkapi koleksi.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top