Belum Ada Formasi CPNS Sulbar – Radar Sulbar
Ragam

Belum Ada Formasi CPNS Sulbar

Pegawai sekretariat daerah Mamuju, Sulbar. (ist)

RADARSULBAR.CO.ID — Sulawesi Barat masih harus menunggu kuota CPNS tahun 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Di tengah penantian, Asman Abnur yang menjabat Menpan RB mengundurkan diri. Alasannya, partainya mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Presiden RI Joko Widodo cepat mengambil keputusan. Menjadikan Komjen Pol Syafruddin yang menjabat Wakapolri sebagai Menpan-RB baru.

Syafruddin adalah salah satu putra terbaik Sulbar. Mantan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) ini memberi perhatian khusus pada provinsi ini. Namun, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar Amujib mengingatkan pergantian MenPAN-RB bukan berarti bisa mempercepat kebijakan formasi CPNS. Sebab, kata dia, soal penentuan formasi adalah urusan semua kementerian.

“Tidak bisa langsung (memberikan kuota,red). Bukan satu kementerian saja yang akan mendapat kuota. Ini persoalan negara, bergantung pada Presiden RI Jokowi untuk mempercepat kebijakan. Dan itu juga berkaitan dengan keuangan negara”, terang Amujib.

Dengan pelantikan itu, sambung dia, yang dapat dipetik adalah tentu memberikan warna tersendiri dalam pemerintahan. Salah satunya, dari segi kemitraan. Tentu akan menjadikan Sulbar sebagai barometer dalam hal pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN.

Apalagi, Syafruddin yang berasal dari kepolisian, sangat terikat dengan kedisiplinan. Dengan begitu, perekrutan CPNS dipastikan lebih disiplin serta memiliki sistem rekruitmen yang lebih baik.
Sementara, Asisten III Pemprov Sulbar Jamilah mengatakan, dengan bergantinya MenPAN RB, tentunya berharap lebih agar penerimaan CPNS bertambah baik. Namun, kata dia, formasi yang saat ini belum ada, tidak menjadi persoalan.

Pemerintah Pusat, khususnya Kemenpan-RB mempunyai pertimbangan sendiri dalam melihat urgensi penentuan formasi CPNS. “Kita berharap banyak dengan orang Sulbar. Tapi saya kira pasti dilihat juga urgensinya. Tentu namanya pejabat pasti profesional”, ujar Jamilah, Rabu 15 Agustus. (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top