Guru Diguyu dan Ditinggal Turu – Radar Sulbar
Opini

Guru Diguyu dan Ditinggal Turu

Guru bukan lagi digugu dan Ditiru, tetapi diguyu dan ditinggal turu. Ini terlintas begitu saja dalam pikiran saya ketika melihat postingan yang marak di dunia maya.

Oleh: Susiyani, S.Pd
(Guru SMPN 4 Mamuju)

Guru menjelaskan materi di depan kelas, sementara siswa asyik dengan ponselnya, tiduran di kursinya, bahkan bercanda dengan temannya. Begitu juga ketika melihat raut wajah “menyedihkan” seorang ibu guru dari balik jeruji lantaran mencubit siswa yang konon anaknya orang berkedudukan. Lalu, sebenarnya guru itu “siapa” sih?

Menurut Undang-Undang 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat 1).

Begitu berat dan banyaknya tuntutan yang harus dilaksanakan seorang guru. Sedang mereka bertindak dengan penuh kehati-hatian (baca: was-was), jangan sampai tindakannya justru menyeretnya ke penjara. Seorang teman pernah berkata; “sekiranya tugas guru hanya mengajar saja, alangkah mudahnya”.

Tapi bagi kami yang memilih hidup menjadi guru, tanpa dijabarkan oleh Undang-undangpun, tugas itu sudah terpatri di hati. Sederhana sekali, menjadikan anak didiknya pandai dan mengerti. Pandai membaca teks dan mengerti menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya.

Di sisi lain, melihat tingkah polah anak didik, saya miris. Pamit kepada orang tua hendak menuntut ilmu, sampai kabar ke telinga justru dituntut lawan seteru. Berita tawuran dan perkelahian remaja makin marak mengisi acara televisi, radio, bahkan koran.

Sejenak melihat ke sekeliling, pagi hingga siang yang merupakan jam sekolah, ada saja siswa berkeliaran entah berjalan kaki atau berkendara roda dua. Yang berjalan kaki, berjalan pelan di bibir trotoar, sesekali menoleh ke belakang, mungkin takut ketahuan. Yang berkendara, melaju pesat dengan kaca helm tertutup rapat.

Prev1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top