Gas Melon Makin Langka di Majene – Radar Sulbar
Majene

Gas Melon Makin Langka di Majene

WARGA Majene berebutan LPG 3 Kg yang semakin langka di daerah ini. (edyatma/RDR

RADARSULBAR.CO.ID — Tabung gas Elpiji 3 kilogram semakin langka di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Bara. Sejumlah pangkalan elpigi sering kehabisan stok. Masyarakat pun makin resah.

Hanya beberapa pengecer atau kios kecil yang menjual gas melon bersubsidi itu. Ironinya, harga gas jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Gas melon yang harusnya Rp17 ribu per tabung, kini mencapai Rp35 ribu.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Majene, Jumriani mengaku segera mengedar pengumuman tentang larangan penjualan LPG diatas HET. “Hari Jumat kita akan edarkan pengumuman tersebut,” ungkapnya, Rabu.

Pemkab Majene juga akan membentuk tim terpadu pengawasan elpiji. Tim ini terdiri dari instansi lintas sektor dan kepolisian. “Hari Senin kita akan rapat dan membentu tim yang akan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Pangkalan yang menjual diatas HET akan ditindak. Mereka akan diberi teguran sekaligus dilaporkan ke agen penyuplai LPG di Pare-Pare, Sulsel. Sedang pangkalan tanpa izin, tabung gasnya disita dan dilarang menjual. Perlakuan sama juga diberikan pada pengecer. Sebab penjualan gas elpiji melalui pengecer dilarang. LPG hanya boleh dijual oleh pangkalan resmi secara langsung ke konsumen.

Menurut Jumriani, penyebab kelangkaan diduga akibat ulah industri skala besar, seperti warung dan resto. Pengusaha makanan terkadang memborong hingga 60 tabung gas sekaligus. Sehingga stok di pangkalan cepat habis. “Ini juga bakal menjadi sasaran penindakan tim terpadu nantinya,” bebernya.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top