Kawal PI Migas Blok Sebuku, Aliansi Rakyat Majene Siapkan Aksi Susulan – Radar Sulbar
Ragam

Kawal PI Migas Blok Sebuku, Aliansi Rakyat Majene Siapkan Aksi Susulan

Rencana Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar membagi kembali hak PI Migas Blok Sebuku menuai reaksi keras masyarakat Majene. Jumat lalu, warga Majene di Kecamatan Malunda menutup Trans Sulawesi. (red)

RADARSULBAR.CO.ID — Polemik pembagian Participating Interest (PI) Migas Blok Sebuku antara Pemprov Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Majene, Sulbar terus memanas jelang akhir pekan ini. Memantik protes dari rakyat Majene.

Unjuk rasa berlangsung pada dua titik sekaligus, Jumat lalu. Pertama di perbatasan Majene dan Mamuju, tepatnya di tugu perbatasan Desa Maliaya Kecamatan Malunda Majene dan Kecamatan Tappalang Mamuju. Forum Gerakan Rakyat Bersatu (FGRB) menyuarakan protes sambil menutup akses trans Sulawesi selama dua jam.

Di tengah massa hadir pula Ketua Komisi I DPRD Majene, Hasriadi. Rakyat dan wakil rakyat di Malunda Majene ini, meluapkan kekecewaan terhadap Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar yang berniat mengusik kesepatakan terkait pembagian PI Migas Blok Sebuku untuk Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene.

Mereka menolak wacana gubernur yang akan merevisi pembagian PI dengan rincian; 3 persen ke Pemprov Sulbar dan 2 persen sisanya dibagikan ke Majene dan kabupaten lain. Bakal diatur dalam peraturan gubernur (Pergub) yang telah diwacanakan oleh orang nomor satu di Sulbar itu.

Rencana gubernur dinilai seakan menyepelekan arahan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang jauh hari telah menuntaskan persoalan ini. Kala itu, Wapres menginstruksikan agar pembagian PI untuk Pemprov dan Majene, fifty-fifty. “Dia mau tipu masyarakat Majene. Kenapa Majene tidak dilibatkan, hal seperti ini yang disepelekan gubernur,” kata Hasriadi menegaskan.

Aksi juga berlangsung di bundaran pusat pertokoan Majene, Jumat sore sekira pukul 16.00 wita. Tokoh masyarakat, tokoh politik, pemuda dan mahasiswa serta sejumlah pegawai bergabung menyuarakan hal yang sama. Jika tak diindahkan, aliansi rakyat Majene akan melaksanakan aksi susulan. “Itu akan melibatkan lebih banyak massa lagi,” ucap salah satu demonstran, Irfan.

Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Majene di pusat Kota Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Massa memprotes rencana gubernur Sulbar terkait PI Migas Blok Sebuku. (edyatma/RDR)

Sehari sebelumnya, Bupati Majene Fahmi Massiara bersama beberapa pejabat Majene mendatangi SKK Migas di Jakarta guna mendapat kepastian tentang pembagian hak PI migas dari Blok Sebuku. Rombongan Majene bertemu deputi dan sejumlah divisi di SKK Migas. Hasilnya, Majene mendapat dukungan penuh dari deputi SKK Migas.

Dijelaskan, hak PI 50:50 antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene, memang tertuang dalam notulen rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla, 2015 silam. “Pada prinsipnya, mengacu pada MoU Wapres. Jadi, akan ada surat yang menyatakan tetap pada MoU supaya tak ada lagi alasannya,” terang Fahmi melalui sambungan telepon.

Bupati juga membeberkan, sebelum ke Jakarta, dirinya mendapat penawaran kesepakatan pembagian hak PI 60:40 dari Gubernur Sulbar. 60 persen dari total hak PI 5 persen diperuntukkan Pemprov Sulbar. Sedang 40 persen akan dibagi lagi sebesar 23 persen untuk Majene dan 17 persen untuk kabupaten lainnya.

“Saya bilang dibahas dulu oleh tim daerah. Makanya lebih baik ke SKK Migas dan sudah dijawab bahwa pada prinsipnya tetap mengikuti notulen rapat wapres,” terang bupati.

Anggota DPRD Majene, Yahya Nur menambahkan, usulan Pemprov Sulbar yang tidak sesuai instruksi Wapres akan ditolak SKK Migas. SKK Migas, kata dia, menguatkan bahwa instruksi Wapres merupakan satu-satunya rujukan penawaran hak PI untuk Sulbar dan Majene. “Kalau mau merubah itu, harus berembuk lagi dengan Kalsel, sedangkan ini sudah deadline waktu. Jangan sampai gara-gara ini sampai tidak dapat PI,” katanya. (edy/red)

Bupati Majene Fahmi Massiara dan rombongan bersama deputi dan jajaran SKK Migas di Jakarta, Kamis 7 Juni 2018. (ist)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top