Setahun Memimpin Sulbar, ABM-Enny Diminta Benahi 4 Sektor – Radar Sulbar
Ragam

Setahun Memimpin Sulbar, ABM-Enny Diminta Benahi 4 Sektor

Muh. Asri Anas

RADARSULBAR.CO.ID — Anggota DPD RI, Muh. Asri Anas melihat adanya potensi kegagalan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar (ABM-Enny).

Satu tahun memimpin daerah ini, baragam pandangan menyertai sepak terjang ABM-Enny. Beberapa target telah terpenuhi, juga tak sedikit perlu pembenahan.

Menurut Senator RI, Asri Anas, pemimpin Sulbar mesti melakukan pembenahan pada penataan birokrasi, pembangunan infrasturuktur, pelayanan dasar dan wujud kepemimpinan yang sifatnya mengayom masyarakat.

Asri menilai penataan birokrasi kurang maksimal. Dilihat dari kebijakan gubernur yang tak berbasis kompetensi jenjang dan karir. Melainkan menggunakan pendekatan perseorangan dan emosional.

Salah satunya, pengangkatan karateker bupati Polman yang dinilai melewatkan pertimbangan standar baku. Semestinya kagta Asri, minimal mengangkat orang berpengalaman, seperti pejabat yang menduduki posisi sekretaris daerah.

Selain itu, pada penataan birokrasi. Terjadi kekosongan jabatan pada beberapa OPD dalam waktu yang lama. Menggambarkan tidak terkonsilidasinya birokrasi secara serius.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar.

Pada pembangunan infrastruktur, hemat Asri, pembangunan semestinya lebih cepat. Sebab sudah memiliki dasar atau pondasi yang ditanamkan pemerintahan sebelumnya. Namun hal itu belum tergambar sampai saat ini.

Terkait pelayanan dasar, beberapa hal dianggap fatal. Beberapa gaji guru belum terakomodir selama empat bulan. Pelayanan kesehatan. Asri mengingatkan polemik mundurnya 17 dokter yang menurutnya tidak terselesaikan sampai sekarang ini.

“Meski sebenarnya gubernur tidak boleh ada tekanan dari dokter, tetapi harus ada penyelesaian persoalan,” ungkapnya.

Terakhir, gubernur dan wagub merupakan pejabat dekonsentrasi dan desentralisasi yang mesti tak mengeluarkan pernyataan yang dapat berpolemik di tengah masyarakat.

“Pernyataan tidak produktif yang bisa dipolemikkan di masyarakat, termasuk pernyataan ketidakharomisan, menggambarkan ketidakdewasaan pemerintahan. Kalau terus terulang, saya yakin mereka akan gagal,” ungkapnya. (imr/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top