Dicueki Pemkab Polman, Perawat Mogok Kerja – Radar Sulbar
Polman

Dicueki Pemkab Polman, Perawat Mogok Kerja

Perwakilan perawat GNPHI Polman melakukan orasi di halaman kantor DPRD Polman, Senin 7 Mei 2018. (arif/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Tuntutan Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Cabang Polewali Mandar tak mendapat respon positif dari Pemkab Polman, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sekretaris GNPHI Polman, Rahmat menjelaskan, harapan mereka adalah agar pemerintah memberikan upah layak. Karena upah yang diterima selama ini dinilai sangat memprihatinkan.

“Kami juga meminta agar satu desa satu perawat agar kesejahteraan masyarakat dalam hal kesehatan merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Perawat honorer RSUD Polewali dan Puskesmas se Polman ini memutuskan mogok kerja sejak Selasa 8 Mei, setelah tuntutan mereka yang disampaikan sehari sebelumnya tak membuahkan hasil positif.

Aspirasi melalui unjuk rasa, Senin lalu, diikuti sekira 711 perawat. Mereka mengawali aksi di Gedung DPRD Polman, lalu lanjut ke kantor bupati Polman.

Di gedung wakil rakyat, seorang perawat membeberkan nilai jasany selama bekerja. “Kadang lima puluh ribu kadang seratus ribu, sementara kami ini bekerja siang malam,” tutur Halma salah seorang perawat.

Ia juga menyampaikan bahwa peran perawat sangat dibutuhkan di setiap desa karena bidan memiliki keterbatasan dalam melayani perawat berbeda dengan perawat yang memiliki kemampuan universal.

“Tuntutan adik-adik perawat akan disampaikan ke pimpinan, saya akan usulkan untuk dilakukan pemanggilan terhadap instansi terkait untuk mencari jalan terbaik atas tuntutan para perawat,” jawab Legislator Polman, Jamar Jasin Badu yang menerima pengunjuk rasa di DPRD.

Sedang di Kantor Bupati, Pejabat Sementara Bupati Polman, Amujib meminta para perawat agar menunjukkan aturan yang membolehkan pemerintah daerah melakukan pengupahan kepada perawat.

Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi berharap para perawat tak melakukan mogok kerja. “Insya Allah tidak akan berdampak jika mereka betul betul mogok. Karena setiap puskesmas ada dokter dan perawat yang PNS, begitupun di rumah sakit,” terang Suaib.

“Tidak ada tenaga honorer yang ada adalah sukarela. Kami tidak pernah meminta yang ada adalah mereka datang sendiri,” tambah Suaib. (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top