Sungai Karema Mamuju Masuk Program Prioritas – Radar Sulbar
Mamuju

Sungai Karema Mamuju Masuk Program Prioritas

Bupati Mamuju, Habsi Wahid memantau kondisi banjir di Jalan Jendral Sudirman, Kamis 22 Maret 2018. (SAHAR/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan mendesain program pembenahan aliran Sungai Karema yang sempat meluap, Kamis lalu.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengaku telah meminta Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mamuju, segera menyusun program alternatif untuk menata sungai Karema.

“Sementara ini kami masih mencari solusi terbaik. Kita tuangkan dalam program prioritas tahun ini. Nanti setelah selesai, program ini akan kami usulkan ke Pemprov Sulbar, agar bencana banjir ini tak lagi terjadi,” ujar Habsi, Kamis 22 Maret.

Salah satu alternatifnya, mencari titik pembuangan air darurat dan wilayah serapan. Habsi mengaku, jika debit air meningkat, aliran air bisa segera dialihkan dan menghidari genangan air masuk ke kota.

Warga mengungsi saat banjir bandang di Mamuju, Sulbar. (DOK. RDR)

“Ini masih dibahas. Tapi kalau berbicara kapan solusinya, kami pastikan segera kami benahi. Makanya kami akan gelar rapat khusus mengenai banjir ini,” jelasnya.

Pemkab pun menggelontorkan Rp 500 juta untuk survei dan pemetaan drainase dalam kota Mamuju. Rencananya hasil survei tersebut akan menjadi siteplan deainase di tahun anggaran 2019, nanti.

“Kita lakukan hal itu untuk mengetahui bagaimana kondisi aliran air dalam penanganan drainase di Mamuju,” sebut Habsi.

Mengenai korban banjir, Habsi mengaku akan memberikan bantuan makanan, pakaian dan kebutuhan primer lain. Tak hanya itu Habsi juga merencanakan bantuan pembenahan rumah bagi warga yang rumahnya rusak karena banjir.

Petugas kepolisian dan TNI pada salah satu titik banjir Mamuju. (DOK. RDR)

Wakil Ketua DPRD Mamuju, Sugianto menilai, apapun upaya eksekutif, selama tak melakukan pembangunan dan pelebaran drainase dalam kota, maka banjir akan tetap terjadi.

“Termasuk di kawasan permukiman warga, seperti BTN. Kalau hujan deras pasti banjir lagi karena aliran air tidak lanacar,” pungkas Sugianto. (sahar/**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top