BKKBN Sulbar: Masalah Remaja Sangat Kompleks – Radar Sulbar
Radar Metro

BKKBN Sulbar: Masalah Remaja Sangat Kompleks

Kepala BKKBN Sulbar Andi Ritamariani dan Sekretaris BKKBN Sulbar Hunaidah G, foto bersama peserta. (darman/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, belum lama ini, menggelar pelatihan teknis pendidik sebaya tingkat Sulbar di d’Maleo Hotel Mamuju.

Target utamanya, mendongkrak pengetahuan dan ketrampilan serta wawasan dalam melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi remaja sebaya. Demikian penjelasan Kepala BKKBN Sulbar, Andi Ritamariani dalam sambutannya.

Dijelaskan, Biro Pusat Statistik, BAPPENAS, dan UNFPA, memproyeksi penduduk remaja 2000-2025 mencapai sekira 64 juta atau 28.64 persen dari jumlah perkiraan penduduk Indonesia (222 juta).

“Permasalahan remaja saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan. Hal ini ditunjukkan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan Reproduksi,” ujar Ritamariani dihadapan 30 peserta dari lima kabupaten se-Sulbar.

Ritamariani menambahkan, remaja perempuan dan laki-laki usia 15-24 tahun yang tahu tentang masa subur baru mencapai 29.0 persen dan 32.3 persen. Tentang risiko kehamilan jika meIakukan hubungan seksual sekali masing-masing baru mencapai 49.5 persen dan 45.5 persen.

“Sedang remaja perempuan dan remaja laki-laki usia 14-19 tahun yang mengaku mempunyai teman pernah melakukan hubungan seksual pra nikah masing-masing mencapai 34,7 persen dan 30,9 persen dan remaja perempuan dan laki-laki usia 20-24 tahun yang mengaku mempunyai teman pernah melakukan hubungan seksual pra nikah, masing-masing mencapai 48.6 persen dan 46.5 persen,” paparnya.

Kepala BKKBN Sulbar, Andi Ritamariani menyampaikan sambutan (darman/RDR)

Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia, lanjut Ritamariani, yang dilaporkan hingga bulan Maret 2007 mencapai 14.628 orang. Sedangkan kasus AIDS sudah mencapai 8.914 orang. Dimana separuh dari kasus AIDS ini adalah kelompok remaja umur 15-19 tahun (2,7 persen) dan umur 20-29 tahun (54.7 persen).

Merespon masalah tersebut, pemerintah melalui BKKBN telah melaksanakan dan mengembangkan Program Kesehatan Reproduksi (KRR) remaja yang merupakan salah satu program pokok pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009.

“BKKBN mempunyai visi baru, yakni, ‘Seluruh Keluarga Ikut KB’, dengan misi ‘Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera’. Mencapai visi tersebut, BKKBN teIah menyusun strategi dasar serta menetapkan sasaran strategis tahun 2009. Diantaranya, berkaitan program KRR, yaitu; setiap kecamatan memiliki Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang aktif. Di Sulbar sudah berjumlah 230 PIK dari enam kabupaten,” jelasnya.

Arah kebijakan KRR adalah mewujudkan tegar remaja dalam rangka tegar keluarga untuk mencapai keluarga kecil bahagia sejahtera. Yakni, remaja yang berprilaku sehat, menghindari resiko TRIAD KRR.

“Mencapai sasaran tersebut, BKKBN merumuskan lima program KRR, yakni: Peningkatan komitmen penentu kebijakan pengelola dan pelaksanaan program KRR, Peningkatan Akses Informasi KRR, Peningkatan Akses Pelayanan PlK-KRR, Peningkatan Kualitas PIK-KRR, serta Peningkatan kualitas pengelolaan jaringan dan keterpaduan program,” ungkap Ritamariani. (ian/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


To Top