Warga 10 Desa Datangi DPRD Mamuju – Radar Sulbar
Radar Metro

Warga 10 Desa Datangi DPRD Mamuju

Susana unjuk rasa warga 10 desa di DPRD Mamuju, Sulbar. (SAHAR/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Warga Desa Karampuang, Belang-belang, Uhai mate, Tumonga, Topore, Bonda, Boda-boda, Dungkait, Taan dan Desa Kopeang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mendatangi DPRD Mamuju, Senin.

Ratusan massa Aliansi Masyarakat Desa Bersatu (AMDB) ini menyampaikan keluhan atas proses seleksi bakal calon kepala desa (cakades). Mereka menuntut DPRD menyelesaikan persoalan yang melanda sepuluh desa tersebut.

Menurut perwakilan massa, Hasan Basri, panitia secara sepihak menggugurkan bakal calon tanpa alasan jelas. Padahal, kata dia, pasal 32 ayat (2) Perda nomor 7 tahun 2017 tentang Pilkades menegaskan, desa dengan bakal calon Kades lebih dari lima orang, panitia Pilkades harus memberlakukan seleksi tambahan.

“Seleksi tambahan sesuai regulasi dengan mengedepankan pendidikan, usia dan pengalaman kerja. Tapi prosedural ini tidak dilakukan dan malah langsung melakukan tes tertulis,” ungkap Hasan dari Desa Belang-belang.

Di tempat sama, mantan panitia seleksi di Desa Belang-belang, Anwar Rahim mengaku, terpaksa mundur lantaran melihat keganjalan dalam penjaringan cakades. Ia mengaku tidak dilibatkan dalam pemeriksaan.

“Kami hanya diserahkan berita acara kalau telah dilakukan tes tertulis. Lalu pada 6 desember, DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,red) mengeluarkan cakades yang lolos beserta bobot nilainya. Ini yang menurut saya ganjal dan memilih mengundurkan diri dari panitia,” terangnya.

Tak berselang lama, DPRD Mamuju pun langsung menggelar rapat dengar pendapat (rdp) yang dipimpin Ketua DPRD Mamuju, Siti Suraidah Suhardi, Wakil Ketua DPRD, Sugianto dan para legislator lainnya. Sayangnya, tak satupun dari pihak DPMD Mamuju yang hadir. (rp2/red)


To Top