Pernikahan Dini di Polman, Sebulan Tunggu Dispensasi – Radar Sulbar
Polman

Pernikahan Dini di Polman, Sebulan Tunggu Dispensasi

Arling Prama Aspar dan Andini Pratiwi saat berada di pelaminan akhir pekan lalu. (IST)

RADARSULBAR.CO.ID — Nikah di usia anak dilarang dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Pernikahan. Tetapi karena mendapat dispensasi nikah dari Pengadilan Agama, tetap bisa melangsungkan pernikahan. Walaupun umurnya belum sampai 19 tahun untuk mempelai pria dan 16 tahun untuk mempelai wanita.

Seperti di Lampa Kecamatan Mapilli Polewali Mandar (Polman), Minggu 26 November. Dua sejoli yang masih duduk di bangku SMA melangsungkan pernikahan. Adalah Arling Prama Aspar dan Andini Pratiwi. Keduanya memadu janji suci dengan alasan saling mencintai.

Keduanya masih di bawah umur. Arling bin Aspar masih berusia 16 tahun, merupakan warga Desa Banua Baru Kecamatan Wonomulyo. Pun dengan Andini Pratiwi binti Ridwan, masih berusia 16 warga. Perempuan ini dari Desa Lampa Kecamatan Mapilli. Keduanya masih duduk di bangku Kelas X salah satu SMA di Polman.

Mereka resmi menjadi pasangan suami istri, Minggu 26 November setelah dinikahkan penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Mapilli Fajruddin. Acara perkawinan pun berlangsung meriah, dihadiri keluarga besar kedua mempelai.

Kepala KUA Mapilli Sumailah ketika dikonfirmasi menuturkan permohonan untuk menikah sudah lama dilaporkan. “Namun kami tidak memberikan izin karena belum ada dispensasi dari Pengadilan Agama. Kami sarankan untuk urus dispensasi kawin ke Pangadilan Agama,” jelas Sumailah.

Sekira satu bulan lebih, dispensasi nikah dari Pengadilan Agama Polewali baru keluar, tepatnya tanggal 16 November lalu. Kata dia, dispensasi kawin kedua dikeluarkan Pengadilan Agama Polewali nomor 776/Pdt.P/2017/PA.Pwl.

“Jadi mereka tidak melanggar peraturan karena dispensasi kawin mereka sudah ada dan sah dari Pengadilan Agama. Kami tidak akan menikahkan mereka kalau dispensasi kawin belum keluar, sebab melanggar peraturan,” terang Sumailah.

Tambah dia, petugas KUA sering melakukan sosialisasi agar tidak membiarkan anak di bawah umur untuk bebas keluar rumah. Karena sangat berbahaya. “Bukan kami melarang anak menikah usia dini tetapi bila belum cukup umur menikah bisa berbahaya. Apalagi pemerintah sekarang melarang nikah di usia dini, sebab bisa bertampak negatif bagi kesehatan sang istri,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Polman, Imran K Kesa ketika dikonfirmasi mengatakan langkah yang dilakukan KUA Mapilli sudah sesuai prosedur dalam mengeluarkan legalitas buku nikah pasangan suami istri muda di Mapilli.

“Biar usia dini sepanjang mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama karena sebelum dilakukan pernikahan harus mendapatkan kepastian hukum dari pengadilan agama,” terang Imran.

Sementara pihak keluarga mempelai perempuan enggan berkomentar saat disambangi kediamannya, Senin kemarin. Sementara kedua mempelai tak berada di rumahnya saat coba ditemui di Lampa Mapilli. Salah seorang kerabatnya mengatakan kedua mempelai semntara keluar untuk ziarah kubur. (mg11-arf/mkb/dir)

To Top