Jadi Tersangka, Pimpinan DPRD Sulbar Tinggalkan Daerah – Radar Sulbar
Ragam

Jadi Tersangka, Pimpinan DPRD Sulbar Tinggalkan Daerah

Gedung DPRD Sulbar

RADARSULBAR.CO.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan empat pimpinan DPRD Sulawesi Barat sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan APBD Sulbar 2016.

Penetapan Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, Wakil Ketua I Hamzah Hapati Hasan, Wakil Ketua II Munandar Wijaya, Wakil Ketua III Harun sebagai tersangka dirilis Rabu 4 Oktober.

Mereka dinilai bertanggungjawab terhadap dugaan penyimpangan dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD Sulbar 2016 dengan menyepakati anggaran pokok pikiran (pokir) dewan senilai Rp360 miliar.

Hingga malam ini, tak satupun tersangka dapat dihubungi. Rumah Jabatan (Rujab) masing-masing di Jalan Pattana Endeng Mamuju, terlihat sepi penghuni. Satpam Rujab Ketua DPRD Sulbar, Yunus mengatakan, bosnya berada di Makassar sejak dua hari lalu.

Nurhadi, penjaga rumah Hamzah Hapati Hasan menyebut wakil ketua I itu sudah lama tak terlihat. Kata dia, Hamzah lebih sering berada di Makassar. Demikian di rujab wakil DPRD lainnya, tanpa penghuni dan mobil dinas.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Jan S Maringka, menjelaskan bahwa penetapan tersangka itu dilakukan setelah jaksa melakukan penyidikan kurang lebih enam minggu.

“Mereka ditetapkan tersangka karena dinilai telah melakukan proses penyusunan proyek yang salah,” katanya, saat merilis penetapan tersangka di Makassar.

Modus para tersangka, kata dia, yakni menyepakati dana pokok pikiran penyusunan anggaran sebanyak Rp360 milyar untuk dibagikan ke 41 anggota dewan lain. Jumlah tersebut sudah terealisasi Rp80 milyar.

“Dana Rp80 miliar itu terealisasi di tiga OPD yakni Dinas PU/PR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Sekwan. Sisanya terbagi ke OPD lain Provinsi Sulbar dan beberapa kabupaten di Sulbar,” ucapnya. (red)

To Top