Sandeq Race yang Seksi – Radar Sulbar
Opini

Sandeq Race yang Seksi

Sandeq Race 2017 star di Mamuju, Sulbar. (imran/rdr)

Slogan terkeras, tercepat dan terjauh di dunia pada even Sandeq Race dan eksistensinya yang tetap terawat, maka Sandeq Race terlihat cantik nan elok.

Oleh: RUSTAN
(Pengurus IGI Polman/Pemerhati Sandeq)

Sandeq yang lahir di tanah Mandar merupakan budaya bahari dan jadi kebanggaan masyarakat Sulbar. Perahu layar tradisional ini bagai mahkota berlian yang memberi daya tarik unik sekaligus khasanah budaya kemaritiman yang hanya dimiliki Sulbar.

Even bertajuk Sandeq Race adalah upaya pelestarian Sandeq agar keberadaannya tetap terjaga dan terawat. Langkah even sandeq sejak tahun 1995 sampai saat ini, juga membawa keberkahan bagi daerah dan para passandeq itu sendiri.

Sandeq Race sudah jadi ajang tahunan, pendanaan segala persiapan sandeq sampai lomba dibebankan pada Pemprov Sulbar. Tentu butuh dana besar melaksanakan race sebesar itu.

Anggaran pelaksanaan Sandeq Race memang sudah sewajarnya besar, karena segala biaya persiapan sandeq sampai lomba butuh suntikan dana tak sedikit, bahkan termasuk juga uang keluarga passandeq yang ditinggalkan.

Ini merupakan bukti pemerintah daerah tak menutup mata dan telinga terhadap pelestarian perahu sandeq, melainkan sangat peduli dengan budaya unik berharga yang dimiliki daerah ini.

Dalam setiap pelaksanaan Sandeq Race dari tahun ke tahun bisa dipastikan menuai banyak kritikan dan sedikit saran yang dilayangkan publik terhadap pengelolaan even tahunan ini, terutama terhadap Pemprov Sulbar sebagai pemangku kebijakan anggaran dan panitia pelaksana di lapangan.

Mungkin saja kritik pedas melayang, bisa jadi disebabkan karena kecintaan terhadap perahu sandeq sebagai ikon kebanggaangaan di dunia yang menginginkan pelaksanaan sandeq race gaungnya lebih membahana. Atau mungkin saja karena dipandangnya sebagai sebuah proyek besar untuk mengambil keuntungan dengan adanya even ini.

Prev1 of 3

To Top