Hamil, Satu JCH Majene Terpaksa Dipulangkan – Radar Sulbar
Ragam

Hamil, Satu JCH Majene Terpaksa Dipulangkan

Anggota rombongan JCH Kloter 18 saat beranjak dari Asrama Haji Sudiang menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. (chaerul/rdr)

RADARSULBAR.CO.ID — Hamil dua pekan membuat satu Jamaah Calon Haji (JCH) asal Majene batal terbang ke Arab Saudi pada musim haji tahun ini.

JCH Kelompok Terbang (Kloter) 18 gabungan Majene dan beberapa daerah lain di Sulbar bertolak dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat petang. Sayang, jumlah anggota rombongan ini berkurang satu orang.

Satu Anggota kloter 18 dari Kecamatan Banggae Timur Majene, harus menunda keberangkatanyan lantaran hasil pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Makassar menunjukkan ia positif hamil.

“Alhamdulillah semua sehat dan layak diberangkatkan. Kecuali satu orang dari Majene, hamil dua minggu,” ungkap Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat, Muflih B. Fattah kepada Radar Sulbar, Jumat 11 Agustus, sore.

Pemeriksaan bahkan dilakukan dua kali untuk memastikan kondisi yang bersangkutan. Yakni Kamis malam dan Jumat sebelum pemberangkatan. Hasilnya tak berubah. Tim medis Embarkasi Makassar pun enggan memberikan lampu hijau. Usia kandungan masih muda, dinilai sangat beresiko jika berada di ketinggian.

Sehingga terpaksa dipulangkan kembali ke daerah. “Memang aturannya begitu, kita juga tidak bisa memaksakan. Apalagi ini akan lama penerbangannya, sementara alat kesehatan di pesawat juga terbatas,” imbuh Muflih.

Pihak keluarga, sambungnya, telah berbesar hati apalagi mereka akan dikaruniahi seorang anak. “Saat manasik selalu kita ingatkan (soal kehamilan). Tapi, tahun depan bisa berangkat di nomor paling awal. Untuk penggantian tidak sempat lagi kita lakukan
karena sudah mau terbang,” tandasnya.

Sekira pukul 18.35 JCH Kloter 18 yang berjumlah 448 plus 12 petugas bertolak dari Makassar menggunakan pesawat Garuda nomor GIA 1209. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Madinah pada 12 Agustus mendatang.

Sebelum berangkat seluruh jamaah maupun pendamping tetap diingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Apalagi suhu di tanah suci saat ini diprediksi agak panas.

PENANGANAN KHUSUS
Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Majene, Rustam Rauf menyampaikan ada dua jamaah dipastikan menderita penyakit mata berat. Suhura Binti Lambisan dan Megawati Binti Borahima dari rombongan 4 regu 16.

Dikhawatirkan akan menularkan ke orang lain, kedua jamaah diberangkatkan dengan penanganan khusus. Kemudian lima jamaah lain asal Majene juga akan diberangkatkan lewat penangan khusus karena menderita anemia.

Semua itu diketahui setelah melewati pemeriksaan medis dari pukul 21.00 hingga 00.00 wita, Kamis 10 Agustus.

JCH SAKIT
Sementara, satu JCH asal Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar (Polman) batal berangkat karena gangguan kesehatan. Ia sakit sebelum kloter 18 berangkat ke Asrama Sudiang Makassar.

JCH bernama Nelli Binti Syahrul merupakan istri Camat Luyo Asrul Ambas. Ia akan berangkat menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Namun setelah pemeriksaan kesehatan, Nelli dinyatakan menderita gangguan serius di bagian kepala.

Asrul Ambas yang dikonfirmasi menjelaskan, istrinya kini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makassar. “Insya Allah tahun depan akan berangkat,” singkatnya. (red)

Click to comment
To Top