Full Day School Menuai Keluhan – Radar Sulbar
Pendidikan

Full Day School Menuai Keluhan

ilustrasi siswa SMP. (dok RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Pengeluaran orang tua siswa meningkat pasca anak mereka mengikuti kebijakan penerapan Full Day School (FDS).

Warga Jalan Usman Jafar, Mamuju, Nuraidah mengaku harus mengeluarkan biaya lebih selama FDS berlaku di sekolah anaknya di SMPN 2 Mamuju, Sulawesi Barat.
Jajan hanya berkisar Rp3-Rp5 ribu saja, kini naik hingga Rp10 ribu setiap hari. Jika anaknya sarapan sebelum berangkat, kadang ke sekolah tanpa uang.

“Tapi sekarang harus bawa, karena dia sekolah sampe sore. Anak saya kan harus makan siang. Dikasih Rp5 ribu katanya tidak cukup untuk makan di kantin,” ketus Nuraidah usai mengantar anaknya sekolah di Jalan AP Pettarani, Kamis.

Tak akan jadi masalah, jika ia memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. “Bukannya perhitungan. Hanya saja penghasilan suami saya tidak menentu. Saya pun cuma tenaga kontrak, tentu terbebani. Belum lagi perlengkapan sekolah dan kebutuhan sehari-hari,” keluhnya.

Warga lain, Darmawati mengatakan, selama FDS berlaku, ia semakin sibuk. Tiap hari Darmawati harus menyiapkan bekal untuk anaknya sebelum berangkat ke sekolah yang sama.
Selain bekal ia juga memberikan jajan Rp10 ribu per hari. “Sebelumnya jajannya Rp10 ribu, sekarang naik Rp15 ribu. Siswa kan lama di sekolah, jadi selain makan bekal yang dibawa, anak saya juga bisa belanja supaya tahan di sekolah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Murniani mengatakan, penerapan FDS diwajibkan untuk dilaksanakan. Namun, sementara ini masih uji coba. Jika memang pihak sekolah tidak bisa melaksanakan FDS bisa dihentikan.

“Belum pasti dilaksanakan. Terkait persoalan komsumsi siswa, kami tidak memberikan imbauan, kami serahkan ke orang tua bagaimana alternatifnya supaya anak mereka terjamin selama sekolah,” pungkasnya. (rp2/red)

Click to comment
To Top