PT. Toscano Janji Lebih Baik – Radar Sulbar
Matra

PT. Toscano Janji Lebih Baik

RDP Komisi III DPRD Matra dengan manajemen PT. Toscano, Selasa. (Hasnur/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — PT. Toscano Indah Pratama berjanji menindaklanjuti temuan lapangan atas pengolahan limbah sawit milik perusahaan yang berlokasi di Desa Kalola, kecamatan Bambalamotu, Mamuju Utara itu.

Demikian hasil rapat dengan pendapat DPRD Mamuju Utara (Matra) dengan jajaran manajemen perusahaan pada Selasa lalu. Diketahui, perusahaan pengolahan sawit ini tak memiliki pembuangan limbah memadai.

“Penampung limbah cair perusahaan belum ditembok, sehingga meresap kedalam tanah, kemudian air sisa broiler menurut informasi dibuang ke sungai. Belum lagi limbah janjang kosong (jankos) yang bertumpuk, tidak diaplikasikan jadi pupuk, karena perusahaan tidak memiliki kebun inti. Nah apa upaya perusahaan untuk memperbaiki ini semua?” ujar Ketua Komisi III DPRD Matra, Yani Pepi Adriani.

Manager Pabrik PT. Toscano, Arif Hidayat, mengakui bahawa pabrik PT. Toscano yang baru beroperasi sekira dua bulan itu, masih dalam tahap pembenahan-pembenahan.

Menurutnya, penampungan limbah cair yang belum ditembok, bukanlah masalah. Rekomendasi pihak BLHD Matra hanya sebatas menyarankan, tidak mewajibkan. Kata dia, kontur tanah lokasi pembuangan limbah, cukup padat, sehingga penyerapan air limbah berlangsung lamban.

“Meski begitu, kami tengah melakukan upaya untuk membuat blok-blok beton, dan bebatuan besar, yang akan disusun secara rapi dan rapat di dasar kolam penampungan, ini untuk semakin memperlambat daya rambat air ke tanah,” terangnya.

Sementara untuk, meredam bau limbah menyeruak ke pemukiman penduduk, Ia mengklaim telah melakukan penanaman pohon-pohon khusus disekitar kolam limbah, yang disebut mampu menyerap bau. Pohon itu diantaranya, pohon serai, bambu jepang, ketapang, dan beberapa jenis pohon lainnya.

Mengenai, air sisa broiler, ia menyebut pihak perusahaan telah membuat beberapa kolam penampungan khusus, yang disebut kolam sterilisasi. Air hasil sterilisasi bisa digunakan untuk kebutuhan lain lagi.

“Kalau masalah janjang kosong, sebagian telah diaplikasikan menjadi pupuk ke lahan-lahan petani yang menjadi mitra kami. Kemudian kami juga tengah memikir cara lain, yakni menjadi kayu bakar untuk usaha pembuatan batu-bata” tambahnya. (nur)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top