Kesulitan Bedakan Pecahan Rp2.000 dan Rp20.000 – Radar Sulbar
Mamuju

Kesulitan Bedakan Pecahan Rp2.000 dan Rp20.000

Bentuk fisik uang pecahan Rp2.000 dan Rp20 ribu. (SAHARUDDIN/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Bentuk fisik uang kartal pecahan Rp2.000 dan Rp 20 ribu Tahun Emisi (TE) 2016 yang nyaris serupa, membuat para pedagang kerap terkecoh dan sulit membedakanya.

Menurut pedagang di Pasar Regional Mamuju, Murniati, kemiripan terletak pada warna dan permukaan uang. Jika diteliti, warna pecahan Rp20 ribu lebih terang dan jelas, namun saat bertransaksi dengan pelanggan, kedua pecahan itu sulit diidentifikasi.

“Apalagi kalau banyak pembeli pak. Pasti sekilas ji diperhatikan karena harus cepat menerima dan memberikan kelebihan uang kepada pembeli. Kalau mau diperhatikan satu persatu, nanti pembeli komplain pak karena pelayananya lambat,” ujarnya.

Dari pengakuannya, Murniani mengaku sering keliru satu sampai dua kejadian setiap hari. Beruntung beberapa pelanggan menegurnya, bahwa uang kembalian atas barang yang ia beli tidak sesuai nominal.

“Biasa beli sayur kangkung satu ikat harganya Rp2.000, lalu saya kasih kembalian Rp18 ribu. Biasa ada yang baik, nategur jaki. Kalau tidak, yah rugiki pak,” ketusnya.

Pedagang lain Muhammad Gazali juga mengaku sulit membedakannya. Apalagi saat ini daya penglihatannya sudah berkurang. Jika tidak teliti, niat untuk mencari rezeki, bisa-bisa buntung.

“Pedagang lain saja yang matanya masih bagus, terkecoh pak. Apalagi saya yang sudah rabun,” ucap Gazali.

Ia meminta Bank Indonesia (BI) Sulbar memberikan solusi atas persoalan tersebut. Paling tidak ada upaya dilakukan guna meningkatkan pemahaman pedagang dalam membedakan uang tersebut, meski hanya melihat sepintas.

Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) BI Sulbar, Dadal Angkoro menegaskan, akan menindaklanjuti keluhan para pedagang dan melaporkannya ke BI Pusat. Sementara itu, dia berencana melakukan sosialisasi kepada pedagang yang ada pusat perbelanjaan.

“Tidak hanya Rp2.000 dan Rp20 ribu saja, namun semua jenis uang. Mulai Rp1.000 sampai Rp100 ribu. Mengenai keluhan itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin,” terangnya.

Perbedaan atas kedua pecahan uang kartal tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi selain dari nominal. Perbedaan mencolok bisa dilihat pada blind code atau garis miring (garing) di tepi kanan dan kiri di masing-masing uang. Rp2.000 memiliki enam pasang garing dan Rp20 ribu hanya tiga pasang saja.

“Permukaannya memang sudah beda. Jadi saya meminta kepada masyarakat supaya lebih teliti dan berhati-hati saat bertransaksi. Terutama bagi pedagang,” tandasnya. (rp2/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top