Jaringan Santoso Dipindah ke Polewali – Radar Sulbar
Polman

Jaringan Santoso Dipindah ke Polewali

Pemindahan terpidana teroris ke Lapas Polman. (amri/rdr).

RADARSULBAR.CO.ID — Seorang terpidana kasus terorisme jaringan Santoso bernama Chandra Jaya (31) dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Polewali, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat malam.

Anak buah Santoso ini sebelumnya ditahan di Markas Brimob Kelapa Dua Depok Jakarta. Chandra Jaya alias Abu Yasin alias Abiyan Yasin ini diterbangkan dari Jakarta bersama terpidana terorisme lain dengan dikawal ketat oleh Densus 88 anti teror, Satgas Teroris serta petugas Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM.

Ada tujuh tahanan teroris yang dipindahkan dari Markas Brimob Jakarta, satu orang ke Lapas Takalar, satu ke Lapas Pangkal Pinang, satu ke Singkawang, satu ke Palangkaraya, satu ke Tenggarong, dan satu lagi dibina di Lapas Tondano.

Di Lapas Klas II B Polewali, mereka diterima Kepala Kementerian Hukum dan HAM Sulbar Andi Farida, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Polman Muhammad Rudy dan Kepala Kapas Polewali Muh. Basri. Usai menandatangani berkas penyerahan terpidana, tim pengawal dari Kejagung, Satgas Teroris BNPT dan Densus 88 menyerahkan Chandra pada Kalapas Polman untuk dibina.

Napi ini menjalani pemeriksaan ketat sebelum dimasukkan dalam sel tahanan. Seluruh barang bawaan dalam tas seperti baju, handuk dan celana kembali diperiksa satu persatu. Dari pakaian yang diambil petugas lapas dari ransel teroris tersebut beberapa pakaian mirip seragam militer berwarna krem campur hijau tua motif kotak-kotak kecil.

Pemeriksaan disaksikan Kajari Polman M.Rudi, Kakanwil Kemenkum HAM Sulbar, Kalapas Polman Muhammad Basri, anggota Kodim dan Polres Polman. Kakanwil Kemenkum HAM Sulbar Andi Farida mengatakan, setiap narapidana yang masuk diperiksa terlebih dulu sesuai standar SOP di Lapas. Mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan narapidana lainnya.

“Ini merupakan narapidana teroris yang sudah menjalani masa penahanan di Markas Brimob Kelapa Dua Jakarta, kemudian yang bersangkutan minta untuk ditempatkan disini karena dekat dari kampung halaman. Narapidana ini berasal dari Belopa Palopo,” terang Andi Farida.

Ia menambahkan, Chandra adalah pelaku aktif yang menampung temannya saat dicari densus. Di Lapas Polewali, Chandra akan ditempatkan terpisah dari tahanan lain selama satu pekan. Setelah itu ia akan mendapat perlakuan sama dengan narapidana lainnya.

Saat ini sudah ada dua tahanan teroris yang dititipkan di Lapas Kelas dua B Polewali. Sebelumnya teroris jaringan Santoso lainnya bernama Rudy Haruna Rasyid.

Kajari Polewali Muhammad Rudi mengatakan informasi dari Kejagung RI, Chandra sudah menjalani masa tahanan selama satu tahun enam bulan dari tiga tahun masa penahananya
di Mako Brimob. (arf/mkb)

To Top