Budayakan Permainan Rakyat – Radar Sulbar
Mamuju

Budayakan Permainan Rakyat

Ketua DPRD Mamuju Siti Suraidah Suhardi dan Kepala Disbudpar Mamuju Sahari Bulan bermain karacang di kompleks rumah adat Mamuju, Rabu. (SAHARUDDIN/RDR)

RADARSULBAR.CO.ID — Manakarra Lokal Wisdon di komplek Rumah Adat (Rudat) Mamuju, Provini Sulawesi Barat kembali menguak beragam permainan rakyat yang telah hilang di tengah masyarkat.

Seperti, mogasing atau gasing, congklak atau karacang, engklek atau tenteng, latet atau lompat tali layang-layang, tekka atau engrang, jekka atau jalan tempurung, moressu, gombak sodor, mobambang atau balap ban, motaru atau kelereng.

Kemudian, bihung atau meriam bambu, mosandal polong, kajilo, terompo, kasti dan balap ban. Masing-masing permainan diperlombakan dan bisa diikuti oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wadah untuk melestarikan permainan tradisional yang dulu pernah trend di tahun 80-an,” ujar Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari saat meresmikan Manakarra Lokal Wisdom di Rudat Mamuju, belum lama ini.

Manfaatnya lebih banyak ketimbang permainan modern saat ini. Melalui permainan rakyat, setiap individu bisa lebih interaktif dan komunikatif dengan lawan bermainnya, berbeda dengan permainan modern yang pasif dan terkesan menikmati dunianya sendiri.

“Permain ini dimainkan bersama dan di ruang terbuka. Mengedukasi anak-anak menjalin hubungan kerjasama dan mengajarkan budaya kebersamaan. Olehnya perlu dijaga dan terus dilestarikan,” jelasnya.

Bagi Ketua DPRD Mamuju, St. Suraidah Suhardi ada beberapa hal menjadi tolak ukur sehingga permainan rakyat mesti dilestarikan. Melatih kreatifitas, sportifitas dan ketelitian.

“Apalagi bisa meningkatkan sinergitas antara sesama untuk membangkitkan kembali budaya dan kebersamaan yang kini mulai terkikis. Ini penting untuk kita jaga,” ucap Suraidah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mamuju, Sahari Bulan mengatakan, selain permainan tradisional, dalam Manakarra Lokal Wisdom juga menggelar lomba tarung foto dan pameran photograpi yang bertemakan wisata yang ada di daerah ini.

“Itu wadah untuk menyalurkan kreatifitas anak muda di bidang photo, sekaligus sebagai menjadi event promosi wisata kita,” ucapnya. (rp2/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top