Trio PDIP Ikut Diklat Kader Utama – Radar Sulbar
Politik

Trio PDIP Ikut Diklat Kader Utama

Trio politisi muda PDIP Sulbar, Rayu, Ahmad Istiqlal Ismail dan Abdul Halim, mengikuti diklat kader utama di Depok. (ist)

RADARSULBAR.CO.ID — Di Provinsi Sulawesi Barat, baru dua politisi yang mendapat label sebagai kader utama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Yakni, Sekum DPD PDIP Sulbar Charles Wiseman dan Ali Baal Masdar (ABM) yang pekan lalu dilantik sebagai Gubernur Sulbar 2017-2022.

Menyusul jejak kedua politisi itu, tiga politisi muda PDIP di DPRD Sulbar. Mereka adalah Rayu, Abdul Halim dan Ahmad Istiqlal Ismail, kini mendapat kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) kader utama bersama 125 delegasi kader dari seluruh Indonesia.

Menurut Rayu, pelatihan ini berlangsung sejak 12 Mei dan akan berakhir pada Kamis 18 Mei. Agenda yang dibuka oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, digelar di Depok, Jawa Barat (Jabar).

Rayu membeberkan, selain para petinggi PDIP, dalam diklat ini juga dihadirkan unsur pemerintahan sebagai pemateri. Diantaranya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Pimpinan KPK, Kepala BIN, Kepala Bappenas, Menteri Pendidikan, Menteri Agraria, dan banyak lagi petinggi republik ini.

“Pelatihan ini sangat ketat. Kalau ada satu materi saja yang tidak diikuti, kita langsung dipulangkang. Kalau terlambat sepuluh menit saja, kita sudah dihitung alpa. Tapi materi yang kami dapat luar biasa. Ini sangat penting bagi kami,” ucap Rayu, via WatsApp, kemarin.

Sementara itu, dalam diklat tersebut, Megawati Soekarnonputri menjelaskan, PDIP memiliki tiga jenjang pengkaderan, yakni kader pratama, kader madya, dan kader utama.

Kader pratama dididik di tingkat kabupaten/kota, kader madya di tingkat provinsi. Sementara kader utama tidak tergantung kepada struktur atau fungsi yang dipegang. Yang diutamakan adalah penguasaan ideologi Pancasila serta pemikiran Bung Karno, dan bisa melaksanakannya dengan baik.

Sejak awal, Megawati mengingatkan, bagi para peserta untuk mundur saja bila berpikir bahwa kader utama PDIP boleh bersikap pragmatis. Para calon kader utama jangan berpikir masuk partai untuk mencari uang. Parpol adalah alat untuk melayani rakyat sesuai ideologi, bukan mencari kekayaan.

Para kader utama diingatkan agar belajar benar soal ideologi PDIP dan ajaran Bung Karno. PDIP bergerak berdasarkan ideologi dan AD/ART. Termasuk dirinya sebagai ketua umum, juga dipilih dan bertindak berdasar AD/ART yang disepakati seluruh anggota partai di kongres partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, kader utama akan dididik supaya lebih efektif menjalankan ideologi partai dalam kehidupan bernegara. Sebab ideologi membutuhkan pemimpin, aturan main, kebijakan, program berpihak kepada rakyat, dan sumber daya. Salah satunya didapatkan melalui pelaksanaan pendidikan kader. (ham)

To Top