Perbaikan SDM Harus Ditunjang Sarana – Radar Sulbar
Radar Metro

Perbaikan SDM Harus Ditunjang Sarana

Kepala BPSDM Sulbar, Farid Wadji

 

 

RADAR SULBAR.CO.ID — Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulbar, dinilai belum mencukupi.

Olehnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP-SDM) terus berupaya melakukan perbaikan. Namun sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan jika infrastruktur penunjang tidak ada.

Kepala BP-SDM Sulbar Farid Wajdi mengatakan, pihaknya masih fokus melakukan perbaikan serta peningkatan skill ASN demi terwujudnya kualitas kinerja pelayanan yang baik. Selain pengembangan kemampuan ASN, ia juga akan melakukan pengembangan manajerial setiap staf lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Ini perlu dilakukan karena menyangkut potensi setiap ASN dalam sebuah jabatan.Dan hal tersebut bisa dilakukan jika ada bukti sertifikat kemampuan ASN yang terbitkan oleh lembaga tertentu seperti LAN dan Badan Diklat. Bagaimana pun, kemampuan seseorang akan menjadi pertimbangan dalam menduduki sebuah jabatan kedepanya,” kata Farid, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Farid, untuk meningkatkan kualitas ASN diperlukan gedung untuk Diklat Prajabatan ASN di Sulbar. Sebab selama ini diklat masih dilaksanakan di provinsi tetangga. Meski demikian, untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan gedung dan segala fasilitasnya yang setara dengan gedung diklat di provinsi lain agar bisa mendapatkan akreditasi yang sah dari pemerintah pusat.

“Itu hanya bisa dilakukan di luar Sulbar, karena hingga saat ini Sulbar belum punya gedung untuk melakukan diklat prajabatan ASN. Kami juga ingin punya gedung diklat sendiri, jadi tidak perlu lagi ke Makassar,” ujarnya.

Farid mengatakan, jika bisa melaksanakan prajabatan kepada ASN yang Latpim di Sulbar, maka banyak keuntungan yang diperoleh. Olehnya program prioritas yang ingin diwujudkannya kedepan adalah penyediaan gedung, sarana dan fasilitas sendiri untuk melakukan prajabatan ASN.

“Kita ingin sekali memiliki tempat untuk melakukan prajabatan kepada ASN yang ikut pelatihan Latpim di Sulbar. Namun untuk mewujudkannya banyak sekali persyaratan yang belum kita penuhi, seperti tidak memiliki gedung yang memadai sesuai dengan standar pusat. Saya akan terus memperjuangkan hal tersebut,” ujar Farid.

Selain itu, manfaat yang didapatkan jika mempunyai tempat diklat sendiri, tenaga pengajar dari widyaswara yang dimiliki Sulbar dapat terfungsikan dengan baik. Sehingga tidak merasa jenuh dan masif.

“SDM yang kita miliki saat ini tidak berfungsi dengan baik, dikarenakan tempat untuk mereka mengajar tidak ada. Jika pengajar kita mengajar sendiri, otomatis pengajar kita dapat meningkat kompetensinya. Selain itu pendapatan yang diperoleh mereka juga meningkat,” lanjut Farid.

Pertimbangan lain, jika melaksanakan prajabatan di Sulbar, pengeluaran yang dikeluarkan pemerintah Sulbar tidak terlalu besar dikarenakan tidak harus menyewa gedung dan sebagainya. Dan peserta yang mengikuti diklat juga tidak mengeluarkan biaya yang besar. Dengan begitu, dana yang dikeluarkan pemerintah tidak banyak dan yang terpenting dana yang dikeluarkan pemerintah dan peserta tidak beredar di daerah lain.

“Contohnya saja, jika peserta yang berjumlah puluhan hingga ratusan orang mengeluarkan biaya seratus ribu rupiah perorang setiap harinya, maka ratusan juta uang yang dikeluarkan yang dinikmati provinsi tetangga. Olehnya, jika Sulbar memiliki gedung sendiri maka dana tersebut dapat beredar di Sulbar dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Sulbar,” tambah Farid. (ian/ham)

To Top