Ternyata Pemilik Lahan Menolak Tanggul Palippis – Radar Sulbar
Radar Metro

Ternyata Pemilik Lahan Menolak Tanggul Palippis

papan proyek untuk pembangunan tangul di palippis kecamatan balanipa, Polman. (foto:ist)

*Mangrove Dibabat Habis

RADARSULBAR.CO.ID, POLMAN — Pemilik lahan yang menjadi lokasi pembangunan tanggul di Palippis Desa Bala Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar (Polman) menolak proyek tersebut.

Dari tujuh pemilik lahan yang akan dilalui pembangunan tanggul, hanya satu yang setuju yakni; Abd Rasak alias Pua Kamal. Empat lainnya terang-terangan menolak yakni Tasrif, Aco Syamsuddin, Aco Muhiddin, dan Aco Jalaluddin. Sisanya, dua orang belum bersikap.

Aco Jalaluddin menolak karena pembangunan tanggul bisa mengubah ekosistem dan merusak lingkungan. Seperti habitat dan tempat penyu bertelur akan hilang. “Selain itu akanmenghilangkan keindahan Pantai Palippis terutama pasir putihnya,” jelas Aco.

Sebagai pemilik lahan, ia keberatan dan menolak pembuatan tanggul di Palippis. Apalagi, kata dia, proyek ini termasuk proyek pelarian.

“Masa di papan proyek ditulis Desa Pambusuang sedangkan realisasi penempatan di Desa Bala. Apa itu bukan dinamakan proyek pelarian, saya juga tidak terima masa mangrove yang saya tanam langsung ditebang tidak ada pemberitahuan dulu. Itukan semua melanggar, kami akan laporkan ke pihak yang berwajib masalah penebangan tanpa izin. Masalah lanjut tidaknya pembangunan tanggul kami akan lakukan mediasi dengan pemerintah. Agar persoalan ini bisa terselesaikan dengan baik,” jelas mantan Humas Pemkab Majene.

Aco Muhiddin, menuturkan bahwa beberapa hari lalu pelaksana proyek datang ke rumahnya untuk memintah izin. Tetapi yang diminta izin jalan masuk untuk membawa bahan material. “Jadi saya berikan izin, seandainya saya tahu akan ada pembangunan tanggul pasti saya tolak memang,” ucapnay.

Kepala KUA Balanipa ini berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menuntaskan persoalan proyek pembuatan tanggul itu. Sebab proyek ini bisa berdampak buruk bagi lingkungan. “Bila tanggul ini dibangun kemana penyu akan bertelur bila ekosistemnya dirusak,” ucapnya. (red)

Click to comment
To Top