Jurnalis-Mahasiswa Desak Penuntasan Kasus Pemukulan – Radar Sulbar
Ragam

Jurnalis-Mahasiswa Desak Penuntasan Kasus Pemukulan

MASSA aksi dan aparat saling dorong di depan Mapolda Sulbar. Pengunjuk rasa menuntut penuntasan kasus pemukulan terhadap jurnalis di Mamuju. (foto:firdaus/radarsulbar)

 

MAMUJU, RADAR SULBAR — Sekira sebulan berlalu, tak ada perkembangan berarti penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap jurnalis di tangan Polres Mamuju.

Kondisi ini memicu sejumlah awak media kembali melakukan desakan. Namun kali ini bukan lagi dengan mendatangi Mapolres Mamuju, melainkan menggelar unjuk rasa di Kantor Polda Sulbar.

Belasan jurnalis bersama puluhan mahasiswa peduli kebebasan pers dari beberapa organisasi ekstra kampus mendatangi Polda Sulbar, Jumat 10 Maret. Aksi ini untuk meminta Polda Sulbar mengevaluasi sekaligus mendesak Polres Mamuju untuk menuntaskan kasus yang terjadi di area pembangunan gedung rumah sakit tipe B Sulbar.

Orasi bergantian disampaikan perwakilan jurnalis dan perwakilan mahasiwa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamuju.

Pada intinya, mereka mendesak agar pengusutan kasus ini digenjot, terlebih sudah ada nama yang ditetapkan jadi tersangka namun belum juga ditahan dengan alibi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Massa juga mendesak kepolisian segera menetapkan tersangka lain, yang jelas-jelas terlibat sesuai rekaman video korban kekerasan. Serta penerapan Undang-undang (UU) nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dalam kasus yang menyebabkan korban mengalami luka-luka tersebut.

“Satu bulan lamanya kami bersabar. Sehari pasca kejadian itu, Kapolres Mamuju berjanji menangkap pelaku dalam 1×24 jam. Kemudian karena pelaku lari, kami diberitahu bahwa Polres sudah mendeteksi keberadaan pelaku, namun sampai hari ini tak juga ditangkap. Mirisnya, tidak ada perkembangan apa-apa atas kasus ini,” sebut korban yang juga menjabat koordinator lapangan, Busman Rasyid.

Aksi sempat memanas. Beberapa kali massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat yang berjaga di depan Kantor Polda Sulbar. Terlebih saat massa aksi sudah menerobos portal di depan kantor korps baju coklat itu.

Ketegangan terjadi karena Kapolda Sulbar Brigjend Pol Nandang tak kunjung hadir menemui massa. Di saat bersamaan, Kapolda bersama beberapa pejabat Polda Sulbar, serta Kapolres dan Kasat Reskrim Mamuju menggelar ‘coffee morning’ dengan beberapa awak media lainnya di salah satu warkop di Mamuju.

Setelah didesak oleh massa aksi, Kapolda Nandang pun datang menemui massa. Di tempat itu, Brigjend Nandang berjanji akan mengawasi langsung kinerja Polres Mamuju atas penyelesaian kasus ini.

Ia pun menyampaikan, aparat kepolisian telah membangun komunikasi dengan Dewan Pers untuk mendalami masalah tindak kekerasan tersebut. “Kapolres akan rutin melapor ke saya dan saya yang akan menyampaikan ke teman-teman. Silakan tagih saya, datang kepada saya untuk mendapatkan informasi,” ujarnya.

Massa pun meminta agar ada perkembangan signifikan atas kasus ini, paling lambat dalam satu pekan. Jika tidak, Polda Sulbar dinilai tidak serius dan massa akan kembali menggeruduk kantor tersebut. (dir)

Click to comment
To Top