Mangrove di Samping PT TSL Mengering – Radar Sulbar
Matra

Mangrove di Samping PT TSL Mengering

 

foto ilustrasi

 

 

PASANGKAYU, RADAR SULBAR — Sejumlah pohoh mangrove (bakau) di Pantai Tanjung Baku Desa Ako Kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara (Matra) mengering dan mati.

Lokasi itu berdekatan dengan pabrik pengolahan crude plam oil (CPO) milik PT. Tanjung Sarana Lestari (TSL).

Dikonfirmasi, Kabid Penataan dan Pentaatan BLHD Matra, Muhammad Tauhid mengaku telah melakukan investigasi. Namun ia belum berani menyimpulkan mengenai penyebab kematian mangrove tersebut.

“Kami akan kaji, tapi tidak bisa langsung memvonis penyebabnya. Tahap awal kami minta PT. TSL mengangkat semua material, misalnya ada pipa-pipa yang pecah, kemudian ada instrumen penanaman yang dilakukan untuk meningkatkan populasi (bakau.red) disana,” ujarnya, Selasa 28 Februari.

Ia juga mengklaim, beberapa waktu lalu berdasarkan uji laboratorium, kualitas air laut disana masih dalam baku mutu standar. Namun pihaknya akan tetap mencari tahu penyebab kematian pohon-pohon bakau tersebut. Pihaknya pun tetap akan melakukan upaya pembinaan dan pelestarian lingkungan hidup disana.

“Kalau ada laporan baru terkait penyebab kematian mangrove ini, kami akan panggil perusahaan itu. Jadi kami akan terus melakukan komunikasi, dan kami akan sampaikan sebisa mungkin caranya agar pihak perusahaan memasok tanaman mangrove, untuk menjaga ekosistem mangrove di tanjung Baku ini,” tambahnya.

Bagian Humas dan Administrasi PT. TSL Arief Wibowo, menyampaikan, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian mangrove itu. Namun, pihaknya terus berupaya melakukan penanaman pohon bakau di sekitar bibir pantai Tanjung Baku ini.

“Nanti saya akan konfirmasi bagian yang memang lebih paham mengenai konservasi lingkungan disini. Yang jelas tidak ada tumpahan limbah. Kami justru berusaha untuk menanam bakau lagi,” terangnya. (**)

To Top