Skandal Korupsi di KPU Ciderai Demokrasi – Radar Sulbar
Ragam

Skandal Korupsi di KPU Ciderai Demokrasi

MAMUJU, RADAR SULBAR — Dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat masuki babak baru. Penyidik Polda Sulbar tetapkan empat tersangka. Dua dari Sekretariat KPU Sulbar berinisial AR dan Sd. Lainnya adalah rekanan pemenang tender inisial JM dan MD.

“Saya hanya menyampaikan hal-hal umum saja. Secara teknis kasus KPU Sulbar ini akan disampaikan Ditkrimsus,” ujar Wakapolda Sulbar Kombes Pol Tajuddin, di aula kantor Polda Sulbar, Senin 30 Januari.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulbar Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, ketetapan itu menyusul setelah pihaknya mengorek keterangan dari empat saksi yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami melihat dari hasil penyelidikan, pemeriksaan dan klarifikasi ke percetakan, juga pra ekspose dengan BPKP Sulbar serta konsultan tim yang intensif dengan Bareskrim Polri dan KPK, kami meyimpulkan bahwa ada perbuatan mal hukum yang mengarah pada tipikor yang diduga kuat dilakukan oleh penyelenggaran pemilu pada lelang barang dan jasa,” papar Kombes Pol Andry.

Hasil penelusuran itu juga menguatkan dugaan bahwa tindakan koruptif itu dilakukan secara bersama-sama oleh pihak KPU Subar dan rekanan pemenang lelang dalam pengadaan APK dengan indikasi kerugian sebesar Rp9 miliar.

“Kami melihat secara kriminologi, ada perbuatan kriminal, yaitu mencari kekayaan dan kemakmuran melalui pencurian atau perampokan uang negara,” jelas Kombes Pol Andry.

Dalam situasi demokrasi yang dibangun saat ini, lanjut Kombes Pol Andry, KPU Sulbar seharusnya melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi yang baik agar bisa menelorkan pemimpin daerah yang baik pula.

“Ini justru mereka (KPU Sulbar, red) menciderai dengan perlakuan-perlakuan yang kami temukan dan kami pastikan indikasi ini menjadi perbuatan tipikor,” tegasnya. (red)

Click to comment
To Top