Peneror Jurnalis tak Tersentuh – Radar Sulbar
Matra

Peneror Jurnalis tak Tersentuh

Sejumlah wartawan Matra saat melakukan hearing dikantor Polres Matra untuk mendesak penanganan kasus teror wartawan, beberapa waktu lalu. (hasnur/radarsulbar)

PASANGKAYU, RADAR SULBAR — Hampir sebulan, kasus dugaan teror terhadap kontributor MNC TV Matra, Joni Banne Tonapa ditangani pihak Polres Matra. Namun hingga saat ini belum ada progres yang berarti dari penanganan kasus tersebut.

Joni mengatakan, beberapa waktu lalu ia mendapat penyampaian dari pihak penyidik mengenai penanganan kasusnya tersebut. Menurut penyidik, Polres kesulitan mengungkap pelaku teror karena minimnya saksi yang melihat pelaku.

Informasi yang diterima Joni, kepolisian telah memeriksa empat orang saksi dan rekaman cctv milik beberapa toko yang berdekatan dengan kediamannya. Namun tetap saja pihak kepolisian tidak menemukan titik terang mengenai pelaku teror tersebut.

Joni sendiri mengharapkan kepolisian segera mengungkap kasus yang menimpanya, agar kejadian serupa tidak menimpa awak media lainnya saat menjalankan tugas-tugas jurnalistik. “Saya mauanya kasus ini tuntas, supaya diketahui apa motif dibalik teror pelemparan mobil saya. Saya percayakan penuh kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, karena bukan hanya menyangkut saya tapi juga teman-teman wartawan lain saat melakukan peliputan,” harapnya, Jumat 18 November.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mandar Sudirman Samual menyesalkan lambatnya penanganan kasus ini. Ia khawatir, aparat berwajib kurang merespon kasus yang menimpa pekerja media.

“Saya berharap kasus seperti ini tidak dianggap sepele dan diabaikan. Ini terkait keamanan pekerja media dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Selama ini terus didengung-dengungkan kemitraan antara kepolisian dan media, namun kasus yang menimpa jurnalis tak ada perkembangannya,” urai mantan Ketua Majelis Tertinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas itu.

Dikatakannya, sejumlah kasus kekerasan terhadap jurnalis tak diselesaikan aparat berwajib. Ini menjadi bumerang, karena media sebagai pilar keempat demokrasi tidak mendapatkan perlindungan sepenuhnya meski sudah diatur dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Sudirman pun mengingatkan agar para jurnalis tetap menjaga keselamatan saat bertugas. “Kita pun tetap harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” sebutnya. (nur/dir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top