Opini

Bangun Sulbar dengan Hati

muhammad-syaharuddinsssss

(Konsep Riset Tuju Hulu Muara Mandar, Sulbar)

Oleh: Muhammad Syaharuddin SE, MSi.
(Dosen)

Mencalonkan diri sebagai gubernur itu nomor dua, sebab olitik identik kekuasaan. Terpenting apa yang dilakukan untuk daerah, karena kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab moral sebagai amanah. Bagaimana implementasi konsep untuk perubahan pada kemakmuran Sulbar.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan laut sangat luas. Sehingga mengalihkan pencarian, eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya lautan adalah tepat. Apalagi, ketersediaan sumber daya daratan bagi pembangunan sangat terbatas. Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa “Masa Depan Kita Ada di Laut”.

Sudah saatnya pemikiran pembangunan yang terpusat di darat beralih kepada pembangunan berorientasi laut (maritim development). Inilah dimaksudkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan slogannya “Revolusi Biru”. Pada tataran implementasinya diperlukan sistem pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan konsep minapolitan. Sulawesi Barat adalah salah satu wilayah di Indonesia yang bersebelahan Selat Makassar, berbatasan laut Kalimantan dan terdiri dari pulau-pulau mengandung banyak hasil alam. Tentunya kita tidak ingin bahwa ketersediaan sumber daya yang ada hanyalah menjadi ‘penghibur’, tidak dimanfaatkan untuk kesejahteraan daerah.

Opini ini berusaha memberikan kontribusi pemikiran dan sama sekali tidak menyalahkan konsep-konsep yang telah ada, bahkan mungkin hanya sekadar pengulangan sebagai penguatan atas konsep-konsep yang lebih dulu ada khususnya pembangunan kelautan. Target pembangunan kelautan dan perikanan harus diupayakan tetap dalam koridor berkelanjutan secara ekonomi, ekologi dan sosial (sustainability corridor). Bidang kelautan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi penting karena:

(a) Kapasitas suplainya sangat besar, sementara permintaan terus meningkat; (b) Output dapat diekspor, sedangkan input dari sumber daya lokal; (c) Dapat membangkitkan industri hulu dan hilir yang besar, sehingga menyerap tenaga kerja cukup banyak; (d) umumnya berlangsung di daerah; (e) industri kelautan dan perikanan, bioteknologi dan pariwisata bahari bersifat dapat diperbarui (renewable resources), mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Konsep mendukung pembangunan kelautan Sulbar, yakni;

Menyiapkan SDM Birokrasi
Dalam sebuah konsep kebijakan biasanya menempatkan penyiapan SDM selalu pada bagian belakang, padahal proses pelaksanaan kebijakan, kemampuan kerja tergantung pada SDM handal. Birokrasi (baca: pelaksana kebijakan) memang harus pandai untuk menjadi ‘jembatan’ yang mensinkronkan kebijakan dari atas dan kebutuhan masyarakat.
Mengetahui kebutuhan mendasar, harus melalui observasi atau kajian terlebih dahulu. Bukan berdasarkan feeling atau bahkan kepentingan tertentu. Jika program berdasarkan kebenaran akan kebutuhan mendasar maka niscaya kita tidak akan melihat banyak sarana dan prasarana kelautan dan perikanan yang terbengkalai dan tidak terpakai padahal dibiayai dengan anggaran besar.

Pengalaman program yang kita amati baik dari kementerian maupun daerah memang benar, tetapi belum tentu dikatakan tepat karena jika dikatakan tepat maka akan menghasilkan out put (keluaran) nyata bagi nelayan. Kesejahteraan hidup masyarakat nelayan yang sampai sekarang masih teramat rendah.

Regulasi Daerah tentang Kelautan
Regulasi tentang kelautan memang telah banyak lahir hanya saja masih berada pada tataran kebijakan pusat dengan men-generalisasi kebutuhan di seluruh Indonesia, padahal kita ketahui bahwa kondisi masyarakat kelautan dan perikanan di Indonesia sangat berbeda-beda tergantung karakteristik, budaya dan sosio-ekologi daerahnya masing-masing termasuk di Sulbar. Oleh karena itu, di daerah harus lebih banyak menerjemahkan kembali regulasi-regulasi itu sehingga cocok untuk daerah bahkan membuat sebuah regulasi baru yang sifatnya lokal.

Visi Ideal Pembangunan
Mewujudkan pembangunan Sulbar, diperlukan visi kedepan sebagai pedoman seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat demi “Terwujudnya Daerah Sulbar yang Aman, Nyaman, Sejahtera, Maju, dan Modern”. Visi tersebut mengandung 5 unsur utama:

1) Aman. Terlihat dari menurunnya tingkat kriminalitas, minimnya tingkat gangguan baik keamanan, meningkatnya penegakan supremasi hukum, adaptasi dan mitigasi terhadap risiko bencana alam. Tercipta kondisi aman untuk dihuni, bekerja dan suasana menarik dikunjungi pendatang.

2) Nyaman. Memberikan keselarasan aspek sosial budaya, ekonomi serta lingkungan hidup dan tata ruang wilayah, diukur dari meningkatnya keselarasan dan konsistensi pemanfaatan tata ruang oleh masyarakat untuk peningkatan keselarasan antara manusia dan lingkungan serta meningkatnya kenyamanan wilayah kota untuk bermukim dan bekerja. 3) Sejahtera. Suatu kondisi masyarakat lebih baik, diukur dari meningkatnya taraf hidup masyarakat seimbang dengan pertumbuhan perekonomian wilayah.

4) Maju. Keadaan masyarakat yang mampu dan cepat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan baik di tataran lokal, nasional dan global. Ditandai adanya kesiapan aparatur pemerintah dan masyarakat merespon tuntutan dan perkembangan perubahan lingkungan internal maupun eksternal. 5) Modern. Ketersediaan infrastruktur yang baik, teratur, aksesibel dan berkelanjutan dalam memberikan dukungan fungsi dan peningkatan daya saing basis perkotaan.

Visi tersebut, menjadi pedoman penyusunan strategi arah kebijakan dan program prioritas dalam mengalokasikan sumber daya daerah, melalui Misi:

1) Mengembangkan Sulbar sebagai Jasa dan Perdagangan, Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan. Ditujukan membangun dan mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi daerah dengan mensinergikan semua potensi dari semua pelaku ekonomi, dunia usaha, lembaga keuangan dan kelembagaan lainnya dalam rangka membangun ekonomi kota berdaya saing. Diselenggarakan melalui penetapan prioritas sektor andalan; menyediakan perangkat administratif-birokrasi yang bersifat insentif bagi sektor-sektor andalan dan seluruh sektor pendukungnya; serta institusi dan aparat yang mampu menyelenggarakan aktifitas pembangunan dan pengendalian perkembangan daerah.

2) Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Penguasaan Iptek dan Nilai-Nilai Ketaqwaan, Perkembangan Kreatifitas Seni dan Budaya serta Peningkatan Prestasi Olahraga. Dilandasi kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas SDM dan orientasi pembangunan dengan paradigma pembangunan kualitas manusia sehat, sejahtera serta berkarakter dan bertakwa. Dilakukan dengan mensinergikan semua potensi melalui keterpaduan kebijakan, pendekatan program kerja, dan alokasi anggaran berimbang. Pengembangan pendidikan berkualitas secara terus menerus perlu digali dan dibina pada seluruh komunitas di wilayah Sulbar. Sedang, pelestarian kebudayaan dan kesenian Mandar, melalui bentuk apresiasi seni dan budaya, yang diinformasikan secara tertulis, verbal maupun bentuk nyata kepada masyarakat luas.

3) Meningkatkan Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat. Dalam era otonomi daerah saat ini, tanggung jawab terbesar dalam menjamin terpenuhinya hak kesehatan masyarakat, berada di pundak pemerintah daerah. Pembangunan kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas SDM dalam jangka panjang.

4) Meningkatkan Pelayanan Publik dan Kinerja Birokrasi yang Bersih, Profesional, Berorientasi Kewirausahaan dan Bertata Kelola yang Baik. Misi ini dimaksudkan mencapai kondisi tata pemerintahan transparan dengan dukungan aparatur akuntabel, profesional, efisien dan efektif serta berkeadilan. Bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dalam berbagai aspek pembangunan.

5) Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan. Sangat tergantung komitmen politik pemerintah dan peran serta masyarakat. Disini, membangun kesadaran publik, komitmen, kebijakan dan perencanaan tata ruang serta keterpaduan program pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan penting untuk dilakukan guna mewujudkan mutu lingkungan hidup yang sehat dan mendukung tumbuh kembang generasi kita.

6) Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Mengedepankan Penataan Wilayah, Pembangunan Sarana dan Prasarana Kota Wisata yang Maju dan Modern. Dimaksudkan meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan prasarana dan sarana dasar, seperti, permukiman, transportasi, pengairan, energi dan telekomunikasi serta membangun infrastruktur lainnya. Keseluruhan pengembangan sarana dan prasarana tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Sulbar sebagai daerah wisata, maju dan modern. (*)

Click to comment
To Top