Pungli Unsulbar Disebut Hasil Musyawarah dengan Pihak Rektorat – Radar Sulbar
Majene

Pungli Unsulbar Disebut Hasil Musyawarah dengan Pihak Rektorat

MAHASISWA berunjuk rasa menolak Pungli terhadap mahasiswa baru Unsulbar, Majene, Sulawesi Barat. (RadarSulbar)

MAJENE, RADAR SULBAR — Dugaan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp300 ribu kepada mahasiswa baru (Maba) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), dianggap telah mencoreng nama baik perguruan tinggi negeri pertama di Provinsi Sulbar itu.

Olehnya, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli Unsulbar berunjukrasa mengecam tindakan tersebut. “Kami menuntut agar dana pungutan liar pada maba segera dikembalikan dan berikan sanksi terhadap oknum yang melakukan pungli itu,” ujar koordinator aksi, Ardiansyah dalam orasinya di bundaran tugu pahlawan Majene, Sulbar, belum lama ini.

Pengujukrasa juga meminta agar kepanitiaan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) segera dibubarkan. Bagi mereka panitia tersebut telah menciderai citra Unsulbar yang berlokasi di Kabupaten Majene, dengan melakukan praktik pungli. Sekira 30 mahasiswa yang berunjukrasa itu mengibarkan spanduk bertuliskan “kami selaku aliansi mahasiswa peduli Unsulbar, menolak keras pemungutan liar terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab”.

Dibawah pengawasan belasan personel kepolisian dari Polres Majene, para pendemo bergantian menyampaikan orasi yang berisi kecaman atas tindakan yang dianggap tidak terpuji terhadap sekira 1.800 mahasiswa baru Unsulbar.

Terpisah, ketua panitia PKKMB Unsulbar, Rian Suprianto, tidak menampik jika memang ada pembayaran Rp300 ribu per Maba. Hanya saja dia membatah jika itu disebut pungli sebab diputuskan berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak rektorat dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) Unsulbar, seluruh fakultas.

“Dana itu dikelola Kopma (Koperasi Mahasiswa, red) yang baru didirikan di kampus Unsulbar. BEM fakultas dan universitas menyepakati itu dalam musyawarah. Seribu rupiah pun dana itu tidak sampai ke tangan panitia. Itu diperuntukkan untuk peningkatan Kopma yang tak lain untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Rian, merincikan Rp300 ribu untuk pengadaan jas almamater sebesar Rp170 ribu, Rp50 ribu untuk pengadaan baju kaos persatuan fakultas, Rp50 ribu sumbangan kegiatan baksos yang nantinya akan digunakan untuk pengadaan tempat sampah, kaos kaki dan sapu. Terus iuran Rp10 ribu yang diwajibkan untuk setiap maba, agar terdaftar sebagai anggota Kopma. (kdr-mg7/jsm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top