Dugaan Pungli di PTN Unsulbar, Gelang Kaki, Parkiran Hingga Kopma – Hacked by TryDee
Majene

Dugaan Pungli di PTN Unsulbar, Gelang Kaki, Parkiran Hingga Kopma

MABA Unsulbar dikumpul di kompleks Masjid Agung Ilaikal Mashir Majene. (RadarSulbar)

 

MAJENE, RADAR SULBAR — Dugaan pungutan liar (pungli) mewarnai masa orientasi atau pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Majene, Sulbar.

Para mahasiswa baru (Maba) mengaku dimintai biaya tambahan senilai Rp300 ribu tanpa kejelasan dari panitia yang dibentuk lembaga kemahasiswaan Unsulbar. Keluhan pun berdatangan dari para orang tua dan masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri pertama di Sulbar itu.

Selain Rp300 ribu, Maba juga mengaku soal ulah seniornya yang memaksa mereka membayar parkir kendaraan sebesar Rp2000 per sepeda motor. Padahal, kendaraan tersebut terparkir dalam area masjid Agung Ilaikal Mashir Majene. “Kita ditunggui di gerbang pintu keluar kak, yang tagih adalah mahasiswa senior yang pakai atribut Unsulbar, kalau tidak bayar diancamki,” jelas salah seorang Maba.

Para Maba menilai tindakan itu sangat mengecewakan. Mestinya senior yang terlibat sebagai panitia menunjukkan perilaku yang patut dicontoh, bukan malah sebaliknya. Bahkan aksesoris gelang, kaos kaki, sapu dan stiker juga dijadikan alasan bagi lembaga kemahasiswaan Unsulbar, untuk mendesak para Maba, mengeluarkan biaya. “Kesannya kita dijadikan perahan, padahal kita sudah bayar UKT dan uang kesehatan Rp150 ribu,” tutup maba yang enggan identitasnya dipublis.

Kebijakan ini membuat sejumlah dosen menarik diri dari kepanitiaan. Diantaranya, Ketua Ikatan Lintas Pegawai (ILP) Unsulbar, Umar Sahab yang mengaku tidak setuju dengan pungutan yang dianggap menyalahi aturan. “Kami tidak ingin terlibat dalam tindakan yang menyalahi aturan itu,” tegasnya, Senin.

Umar mengaku prihatin dengan keluhan Maba dan orangtuanya. “Kami bahkan tidak dapat menjawab pertanyaan orangtua Maba dan wartawan sekaitan pungutan Rp300 ribu itu. Tentu ini menjadi beban bagi kami sebagai bagian dari kepanitiaan, meskipun kami tidak tahu menahu akar masalahnya,” jelas dia.

Menanggapi pungutan liar (Pungli) itu, dewan penyantun Unsulbar Prof Basri Hasanuddin menegaskan, segala bentuk pungutan yang tidak mengacu pada peraturan, itu tidak benar. “Menristek Dikti juga sudah menegaskan bahwa jangan lagi ada pungutan yang memberatkan, apalagi diluar ketentuan pedoman UKT (Uang Kuliah Tunggal,red),” tegasnya. Termasuk pelonco yang mengarah pada tindak kekerasan, intimidasi dan semacamnya, itu juga tidak dibenarkan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top